Jakarta, 29 September 2009 – Setelah melalui seleksi ketat, 10 calon desainer telah terpilih sebagai finalis dalam lomba fashion design prestisius, Lomba Perancang Mode Femina Group 2009 (LPM 09). Lomba ini merupakan bagian dari Jakarta Fashion Week 09/10 (JFW 09/10) yang akan berlangsung pada 14-20 November 2009 di Pacific Place, Jakarta. Jakarta Fashion Week 09/10, yang tahun ini dipersembahkan oleh Bank BRI, merupakan fashion week utama di Indonesia yang memberikan arahan fashion Indonesia dan memeragakan bakat dan kreativitas desainer fashion Indonesia.
Tema lomba kali ini adalah Eksplorasi Kain Indonesia. Menurut Zornia Devi, Ketua Pelaksana Lomba Perancang Mode 2009, pemilihan tema ini didasari pemikiran bahwa tanah air kita ini kaya akan beragam kain tradisional, namun yang terangkat baru batik saja. “Upaya eksplorasi kreatif dari desainer muda akan membuat kain Indonesia terus dikenal dan dimanfaatkan di masa mendatang, serta menjadi elemen fashion global,” kata Zornia. Untuk menjaring bakat-bakat baru, panitia LPM telah membuka pendaftaran sejak Mei 2009 lalu dan mengadakan road tour ke beberapa sekolah mode, seperti ESMOD, LaSalle College, LBTP Susan Budihardjo dan Phalie Studio.
Tahun ini panitia berhasil menjaring 202 peserta. Setelah melalui tahap penjurian awal, terpilihlah 20 semifinalis yang telah mempresentasikan konsep rancangan di depan dewan juri pada Selasa, 15 September 2009. Para semifinalis ini harus mewujudkan satu desain yang telah dipilih juri berdasarkan desain dan tingkat kerumitan pembuatannya. Hasilnya, mereka berhasil mewujudkan karya desainnya menjadi karya yang inovatif dan mengundang decak kagum. Sepertinya, hanya di ajang ini bisa ditemukan kain songket Makassar sebagai gaun 2-in-1, kain sarung bergaya kimono, kain lurik model ponco, sampai modifikasi kain tenun Bali yang membawa kesan mewah pada busana yang diciptakan.
Karakteristik yang sangat terlihat pada desain peserta adalah karya-karya yang sangat kreatif dan berani keluar dari kebiasaan.“Rata-rata usia para peserta yang relatif muda mungkin membuat mereka lebih terekspos perkembangan industri fashion dunia. Kedekatan mereka dengan lingkungan pop culture juga ikut mempengaruhi karya-karya mereka,” kata Petty S. Fatimah, pemimpin redaksi Femina, yang juga duduk di kursi Dewan Juri. Rata- rata peserta LPM tahun ini adalah 23 tahun, relatif lebih muda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain Petty S. Fatimah, dewan juri tahun ini terdiri atas Sebastian Gunawan (desainer), Taruna K. Kusmayadi (desainer, Ketua APPMI), Ninuk Pambudy (redaktur senior Kompas) dan Timur Angin (fashion photographer).
Dewan Juri menilai hasil rancangan para semifinalis berdasarkan kreativitas, orisinalitas, daya pakai, dan daya jual. Tambahan penilaian yang mesti direbut oleh para semifinalis adalah penampilan wujud rancangan dan konsep rancangan ketika dikenakan oleh model.
Setelah melalui diskusi yang panjang dan pelik, terpilihlah 10 Finalis LPM 2009 sebagai berikut (Red: Nama desainer, usia, domisili, sekolah mode, tema koleksi):
- Albert Garry Yanuar, 24, Jakarta, ESMOD – Percampuran Budaya
- Bethania Agustha Tamsir, 19, Tangerang, ESMOD – Mood Swing
- Denise Kristi Trisna, 25, Jakarta, Susan Budihardjo; Abinieri Ang – Contradictive
- Elizabeth Myra Juliarti, 33, Jakarta, ESMOD – Culture Rocks!
- Galih Prakarsa, 19, Jakarta, Susan Budihardjo – Mahadewata
- Imelda Kartini, 23, Jakarta, ESMOD – Impossible-Possible
- Kursien Karzai, 29, Jakarta, Interstudy – Save The Forest
- Reviansyah Al Hamidi, 22, Jakarta, ESMOD – Papua Nugini’s Gold
- Vinora Ng, 20, Jakarta, ESMOD – Edito
- Vonny Chynthia Kirana, 22, Jakarta, ESMOD – Indonesian Beauty
Walaupun hasil yang masuk sangat memuaskan, namun secara keseluruhan masih tersisa tantangan besar untuk sekolah mode dan media untuk memperkenalkan kain-kain khas Indonesia secara lebih konsisten kepada generasi muda. “Meski secara ide sangat menarik, masih banyak peserta yang memiliki konsep yang belum matang. Pengetahuan mereka tentang kain Indonesia relatif belum banyak,” kata Petty S. Fatimah.
Kini Lomba Perancang Mode 2009 kian mendekati babak menegangkan, karena kesepuluh finalis akan berlaga di malam final pada 19 November 2009. Pemenang akan meraih kesempatan menuntut ilmu di sekolah mode bergengsi, yaitu Fashion Institute of Design & Merchandising, Los Angeles, Amerika Serikat. Mereka juga akan mengikuti kesuksesan para alumni LPM, seperti Carmanita, Chossy Latu, Edward Hutabarat, Itang Yunasz, Musa Widyatmojo dan Denny Wirawan.
Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi:
Zornia S. Devi/Risang Dhananto/Bernadetta Diah
Gedung Femina
Jl. HR. Rasuna Said Kav. B 32-33
Jakarta 12910
Telp. +6221 526 6666, 520 9370, 525 3816 ext. 4211/3260/4152
Faks. +6221 526 2131, 520 9366
Tentang LPM
Lomba Perancang Mode Femina Group adalah kompetisi untuk mencari desainer baru berbakat yang digelar dua tahun sekali berselang-seling dengan Lomba Perancang Aksesori (LPA). LPM pertama digelar tahun 1979, dan hingga kini tetap menjadi barometer bagi regenerasi perancang Indonesia. Para alumni LPM telah berhasil menjadi desainer papan atas Indonesia dari masa ke masa, seperti Samuel Wattimena, Sally Koeswanto, Carmanita, Denny Wirawan, Priyo Oktaviano hingga Billy Tjong.
Tentang Jakarta Fashion Week:
Jakarta Fashion Week 09/10 merupakan fashion week utama di Indonesia yang memberikan arahan fashion Indonesia dan memeragakan bakat serta kreativitas dunia fashion Indonesia. Acara ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, fashion stakeholder dan media. Di dalam acara ini, program pertukaran desainer Indonesia – India dan Lomba Perancang Mode Indonesia 2009 merupakan wujud pengembangan JFW 09/10 agar dapat menjadikan Jakarta sebagai kota yang diperhitungkan dalam percaturan industri mode dunia. Jakarta Fashion Week 09/10 diadakan oleh Azura Activation, bagian dari Femina Group. Tahun lalu, fashion report dari Festival Mode Indonesia – Jakarta Fashion Week 08 ditayangkan oleh Fashion TV dan mendapat liputan dari sekitar 203 media dalam maupun luar negeri seperti Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan tentunya Asia. Penayangan pada Fashion TV menjadikan JFW sebagai fashion week yang sejajar dengan fashion week lain dari pusat mode dunia, seperti Paris, Milan, Tokyo, New York, London. New York Times, ABC News dan AFP adalah tiga dari sekian banyak media kelas dunia lainnya yang memberitakan acara ini. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.jakartafashionweek.co.id, atau melalui situs social media www.facebook.com/jakartafashionweek dan bergabunglah ke www.twitter.com/JKTfashion
Tentang Femina Group:
Femina Group adalah perusahaan media gaya hidup dan wanita modern yang membawahi Femina, Gadis, Ayahbunda, Pesona, Parenting, Readers Digest Indonesia, Cita Cinta, CLEO, Men's Health Indonesia, Dewi, Estetica, Fit, 94,7 UFM Jakarta & Bandung dan Azura Activation. Sebagai salah satu grup media terbesar dan berkualitas, melalui majalah, event dan lomba yang diadakan setiap tahunnya Femina Group merupakan katalisator vital dalam pengembangan dan promosi fashion di Indonesia sejak 1971. Sejak awal, Femina Group selalu berkomitmen menjadi terdepan dalam memajukan fashion Indonesia, baik dalam bentuk editorial di dalam majalah, dan juga dalam ajang pengembangan desainer berbakat antara lain melalui Festival Mode Indonesia – Jakarta Fashion Week dan LPM. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.feminagroup.com