Andakah Perancang  Indonesia Masa Depan Selanjutnya?

Sebagai lomba merancang busana bergengsi, Lomba Perancang Mode Femina Group  merupakan batu loncatan bagi perancang masa depan Indonesia. 

Kontribusi Lomba Perancang Mode (LPM) sangatlah besar dalam industri mode tanah air. Sejak dimulai di 1979 hingga kini, LPM terbukti sebagai wadah pencetak perancang busana sukses. Di antaranya adalah Samuel Wattimena, Chossy Latu, Itang Yunasz, Edward Hutabarat, Carmanita, Ferry Soenarto, Denny Wirawan, Musa Widiatmodjo, Stephanus Hamy, Widhi Budimulia, hingga generasi terbaru, seperti Sally Koeswanto, Billy Tjong,Danny Satriadi, Priyo Octaviano dan sebagainya.     

Sempat vakum karena krisis moneter pada 1997 hingga 2002, acara tahunan ini dibuka kembali pada 2003 dan diselenggarakan dua tahun sekali. Dengan perubahan waktu penyelenggaraan ini, diharapkan jumlah peserta akan menjadi lebih banyak, dan memberi kesempatan lebih lama bagi para calon perancang untuk berpikir, sehingga mampu memberikan karya terbaiknya.

Sejumlah hadiah besar menanti pemenang LPM. Selain uang tunai, pemenang LPM juga mendapatkan kesempatan untuk memperdalam ilmu mereka melalui kursus di institusi desain ternama dunia. Alumni LPM juga mendapat kesempatan untuk mengikuti beragam workshop dan lomba, serta memperluas jejaring mereka di industri mode. Pemenang II LPM 2011, Frederich Herman, misalnya, juga memenangkan LPM Entrepreneuship Award 2012 yang membawanya ke Milan untuk kursus singkat di Instituto Marangoni. Kiprahnya di dunia mode terus berkibar, dengan masuk dalam 12 desainer muda yang terpilih dalam program Indonesia Fashion Forward.


 
Tahun 2017, Lomba Perancang Mode kembali diadakan dengan tajuk "Urban Identity". Selain itu, Lomba Perancang Mode juga mewujudkan konsep terbaru untuk memupuk benih-benih perancang busana pria di Indonesia dengan mengadakan LPM Menswear, bekerjasama dengan Istituto Marangoni, Silvarrie Walkway, Majalah Dewi, Femina, Grazia, Cleo, dan Folio. Baca selengkapnya di laman LPM Menswear (klik di sini).


 

KONTAK

e-mail: lpm@feminagroup.com
Follow us @lpmode
Facebook Fans: Lomba Perancang Mode  

Event

Sang Juara!

Inilah pemenang Lomba Perancang Mode 2013

January 30, 2014

Event

Final LPM 2013!

Siapa yang akan menjadi pemenangnya? Saksikan di Final Lomba Perancang Mode 2013!

January 27, 2014


Saya sudah bekerja sebagai perancang kecil-kecilan, dan tidak memiliki latar belakang sekolah mode atau desain. Bolehkah saya ikut LPM?
Tidak masalah, karena syarat untuk mengikuti lomba ini adalah wanita atau pria WNI minimal 18 tahun, siswa atau lulusan sekolah mode, pendidikan desain/seni rupa dan sejenis, atau profesional di bidang mode. Jadi, meski tidak menyentuh pendidikan formal sekolah mode, Anda berhak ikut karena memenuhi kriteria: seorang profesional di bidang mode. 

Mengapa latar belakang sekolah mode, desain, atau seni rupa itu mutlak untuk calon peserta yang bukan profesional di bidang mode? 
Tentu saja untuk meningkatkan kualitas calon peserta, sekaligus memberikan penyaluran yang baik untuk para siswa atau lulusan sekolah mode dan desain yang makin banyak di Indonesia. Yang jelas, panitia penyelenggara ingin agar para finalis dan pemenang  nantinya memiliki komitmen untuk mengembangkan bakatnya dalam bidang desain dan industri mode umumnya. 

Dalam kriteria lomba disebutkan bahwa peserta harus membuat 12 sketsa desain untuk sebuah koleksi busana wanita siap pakai, apa maksudnya? 
Ke-12 desain tersebut harus memiliki satu kesatuan tema tertentu sehingga bisa dikategorikan menjadi satu koleksi. Peserta bebas menentukan temanya, tetapi tetap merefleksikan tema besar LPM 2013, yaitu "24 HOUR STYLE". Lengkapi setiap sketsa desain dengan detail rancangan, seperti lebar bis, lebar manset, bentuk kerah dan sebagainya, serta contoh bahan yang digunakan, dalam potongan @ 5x10cm.

Tema besar "24 HOUR STYLE" itu, seperti apa?
"24 HOUR STYLE" adalah interpretasi desain untuk wanita sibuk perkotaan dan multiperan yang menuntut gaya prima sekaligus fleksibel.

Bisakah dijelaskan mengenai kriteria penilaian dari dewan juri? 
Pertama, kreativitas. Tidak sulit dijelaskan. Karena ini adalah lomba, maka peserta yang menampilkan kreativitas karya yang tinggi akan mendapat nilai bagus. 
Kedua adalah teknik pembuatan. Misalnya saja, walaupun peserta tidak disyaratkan bisa menjahit, mereka tetap harus dapat menjelaskan teknik menjahit dan polanya. Tingkat kesulitan pembuatan dan hasilnya menjadi penilaian utama juri untuk poin ini. 
Ketiga, daya pakai. Karena diharapkan para peserta dapat menjadi profesional di bidang ini, sehingga karyanya tidak boleh hanya indah dilihat, tetapi harus bisa dinikmati dan dipakai oleh konsumen. Terakhir adalah daya jual, artinya karya ini memiliki nilai secara ekonomi. Jika diletakkan di etalase toko, orang akan tertarik untuk membelinya. 

Jika calon peserta tidak dapat menjahit, namun mengerti pola, seberapa besar kemungkinan menang?
Kemenangan ditentukan oleh setidaknya empat kriteria penilaian, dan kemampuan menjahit tidak menjadi syarat utama. Yang penting peserta harus mampu menjelaskan konsep dan teknik menjahitnya secara benar dan lengkap kepada dewan juri. Sehingga, tidak terjebak pada gambar yang bagus, tetapi begitu diwujudkan, presentasinya buruk karena memang tidak memungkinkan secara teknik pola maupun menjahitnya. 

Bagaimana tahap penjurian peserta? 
Proses penjurian akan terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, seluruh berkas peserta yang masuk dan memenuhi syarat akan dinilai oleh tim yang terdiri dari para fashion editor senior dalam grup femina. Tim ini akan membuat nominasi peserta yang akan diserahkan kepada tim juri utama untuk memilih 20 semifinalis, 10 finalis dan pemenang. Tim juri utama terdiri dari tokoh-tokoh dalam industri mode, dari desainer hingga pengamat mode. Para juri itu juga akan menilai penampilan busana kreasi 20 semifinalis saat diperagakan di penjurian terbuka di Jakarta Fashion Week 2014, serta acara final LPM pada November 2013. 

Kesalahan apa yang biasa dilakukan finalis sehingga mereka tidak menang?
Sebenarnya bukan kesalahan, tetapi memang untuk menjadi finalis saja tidak mudah, karena penjurian yang begitu ketat dengan berbagai aspek penilaian. Kegagalan yang utama biasanya bersumber dari busananya itu sendiri. Bisa karena kurang rapi, kurang punya daya pakai, atau  bahkan agak melenceng dari desain sebelumnya. 
Wawancara juri juga tidak boleh dianggap remeh karena di sinilah para finalis diuji untuk  bisa menjelaskan dengan sistematis dan menarik tentang karya  busana yang dibuatnya. Juri juga biasanya akan banyak mengeksplorasi pertanyaan berkaitan dengan motivasi peserta mengikuti lomba ini. 

Bila menjadi finalis dan tidak menang, bolehkah ikut lagi di tahun berikutnya?
Boleh. Sebelumnya sudah ada beberapa finalis yang seperti itu. Persiapkan segalanya dengan lebih baik agar Anda dapat keluar sebagai pemenang.

Apa perbedaan LPM 2013 dengan penyelenggaraan sebelumnya?
Pada tahun ini, ke-20 semifinalis yang terpilih wajib mewujudkan tiga rancangan yang akan ditentukan oleh panitia atau juri. Mereka lantas akan menjalani proses penjurian terbuka di Jakarta Fashion Week 2014 yang berlangsung pada 19-25 Oktober 2013 di Senayan City. Hal itu tentu saja merupakan kesempatan emas yang langka bagi para semifinalis karena Jakarta Fashion Week 2014 seperti etalase bidang industri mode Indonesia, yang menampilkan berbagai peragaan busana desainer lokal maupun merek busana siap pakai, pameran industri penunjang mode, antara lain kosmetik dan sekolah mode. Setelah itu, baru akan dipilih 10 finalis, yang masing-masing wajib mewujudkan koleksi yang terdiri atas enam desain busana, untuk acara final LPM pada November 2013.  ?

Event

Suheni Estuningyah, Kualitas jadi Prioritas

Merasa lebih mantap mendesain tas, sarjana ekonomi asal Malang ini memutuskan terjun ke dunia fashion lewat brand Heniestu. Untuk mengasah kemampuan, Suheni mengikuti berbagai kompetisi, salah satunya LPA 2012. Kerja kerasnya pun berbuah manis.

September 8, 2014

Event

Teori Keindahan Lulu Lutfi Labibi

Di tangannya, kain tradisional Indonesia bertransformasi menjadi busana ready to wear berselera internasional.

July 10, 2013

Event

Nostalgia Vinora Ng

Sebagai pemenang LPM 2009 yang menimba ilmu di Los Angeles, ide-ide hebatnya dalam mendesain busana makin kaya.

July 10, 2013