News

Mari Pangestu: Saya Sangat Bangga!

Thursday, 13 Sep 2012

by JFW


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Pangestu, mengaku sangat bangga dengan keberhasilan enam desainer Indonesia yang berhasil menembus pusat perbelanjaan ternama di Singapura, Isetan. Lebih hebat lagi, penjualan yang berhasil mereka cetak ternyata melebihi target yang ditetapkan Isetan. “Saya sangat bangga,” kata Mari Pangestu kepada Jakarta Fashion Week.

Sejak 7 hingga 25 September 2012, Kle, Hunting Fields, Major Minor, Frej, Antyk Butyk dan Canvas Living tampil dalam program Designers’ Week yang digelar Isetan. Pusat perbelanjaan itu adalah salah satu depertment store asal Jepang yang telah memiliki banyak cabang di beberapa negara.

Raiky Pasya dari Hunting Fields pun tak dapat menyembunyikan kegembiraannya. “Begitu kita sampai sana, ternyata Isetan siap sekali untuk Designers’ Week. Dekorasi sudah siap, kita hanya bawa produk. Untuk promosi, mereka sudah menyebar newsletter ke member Isetan Singapore. Area Designer's Week ini juga terletak di area promo yang langsung terlihat, posisinya oke. Surprisingly, di hari pertama, produk kita terjual sampai 10 pieces," ujarnya.

Label Kle mendapat sambutan positif dari konsumen Singapura. “Respon mereka terhadap Kle bagus. Desain kita juga tidak kalah dengan desain dari desainer Singapura. Penjualannya lumayan!" kata Kleting Titis Wigati. Sementara Ari Seputra dari Major Minor mencatat perilaku konsumen yang berbeda dibandingkan Indonesia. “Konsumen Singapura awalnya melihat-lihat dulu, menebak konsep, baru membeli,” ujarnya.

Major Minor juga sukses mencuri perhatian konsumen di sana. “Major Minor sebelumnya sudah ada di Isetan, namun Designers’ Week ini membuat kami lebih terlihat. Penjualan kita paling banyak saat akhir pekan. Ini cukup membanggakan ketika Isetan menampilkan karya-karya desainer Indonesia, dan mereka tidak berhenti berpromosi. JFW sangat membantu sekali dalam hal ini," tambahnya.

Tak hanya mendatangkan buyer asing, Jakarta Fashion Week juga menjalin kerjasama dengan pelaku industri fashion luar negeri untuk mempromosikan karya-karya desainer Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan tema besar penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2013 yang akan digelar pada 3-9 November 2012 di Plaza Senayan, Indonesia Today, The World Tomorrow.

“Jakarta Fashion Week bukanlah sebuah perayaan megah selama tujuh hari. Komitmen besar terhadap kemajuan industri fashion Indonesia kami wujudkan dalam berbagai bentuk, seperti kerja sama dengan Isetan Singapura, institusi pendidikan Istituto Marangoni dari Italia, Center for Fashion Enterprise dari London, workshop, audisi model, program make-up artist search dan masih banyak lagi. Semua usaha ini kami lakukan untuk membuat industri fashion Indonesia dicintai masyarakatnya serta semakin diperhitungkan di manca negara,” kata Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.