News

Kolaborasi Mengangkat Cerita 3 Provinsi Pulau Jawa

Friday, 25 Oct 2013

by JFW

Pulau Jawa punya cerita yang tidak ada habisnya dan menjadi inspirasi perancang berbakat di tanah air. Tak terkecuali dalam show D’Java, yang diusung oleh tiga perancang busana muslim Indonesia: Errin Ugaru, Kursien Karzai dan Rya Baraba. Ketiganya menuangkan karya dengan mengangkat ketiga provinsi di Pulau Jawa: Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masing-masing dari perancang tersebut mengambil kisah dari tanah Jawa dan menampilkannya dalam desain busana muslim ready to wear yang modern.

Errin Ugaru membuka show dengan koleksi ‘Dames Uit Preanger’. Busana-busananya terinspirasi pada masa penjajahan Belanda di tanah Priangan yang terwujud dengan desain-desain bercorak militer. Meski menampilkan aksen militer yang terkesan gagah, namun kombinasi warna-warna lembut seperti putih, pink, peach dan baby blue membuat koleksi ini tampak manis dan feminin. Erin memang bermaksud menampilkan kecantikan mojang priangan dan keanggunan para noni-noni Belanda. Sementara bahan-bahan yang digunakan adalah linen dan brokat, berhias aksen kontemporer dari lempeng tembaga dan kuningan.

Berikutnya muncul koleksi Kursien Karzai melalui label Zhao. Kursien yang terinspirasi dari alam dan penduduk dataran tinggi Dieng, mewujudkan koleksinya melalui kombinasi unsur tradisional yaitu batik lurik, dengan bahan-bahan modern seperti lace dan chiffon. Satu hal yang menonjol dari koleksi ini adalah keharmonisan warna pada keseluruhan koleksi. Hal ini tidak mengherankan, karena Kursien juga ingin mencerminkan keharmonisan penduduk Dieng melalui warna-warni busananya tersebut. Cita rasa modern juga muncul dari potongan edgy pada dress dan juga cape. Koleksi lainnya menampilkan baju dengan desain drapery dan aplikasi print motif floral.
   
Koleksi Rya Baraba berjudul ‘Ebelik Bernah’ menjadi penutup. Koleksi yang terinspirasi dari tanah Madura ini ingin mewujudkan keragaman budaya yang kental dan ditampilkan melalui warna-warni berani pada koleksinya. Warna seperti merah, kuning, ungu dan oranye mewarnai desainnya yang terdiri dari plazo pant, long jacket dan dress. Budaya Madura juga terlihat dari aksesoris yang dibawa para model, antara lain pecut yag dipakai pada karapan sapi. (Imelda Rahmawati/Cleo)