News

Batas Terakhir Pendaftaran Karya LPM dan LPM Menswear 2017 Diundur

Tuesday, 1 Aug 2017

by JFW

Di tahun 2017, Lomba Perancang Mode yang telah melahirkan desainer-desainer ternama Tanah Air kembali digelar. Tahun ini adalah kali ke-28 LPM sejak pertama kali digelar pada tahun 1979. Temanya adalah Urban Identity yang mengangkat wastra Nusantara dalam desain yang modern yang mengikuti zaman. Untuk mengikuti lomba, para peserta harus mengirimkan 12 sketsa dan moodboard dari sketsa tersebut. Ada juga formulir yang harus diisi dan bisa diperoleh di majalah-majalah Femina Group, yaitu Femina, Dewi, PESONA, Cleo, dan Grazia, atau langsung diunduh di laman Majalah Femina.

Di tahun ini, Lomba Perancang Mode juga menampilkan konsep terbaru dengan melombakan desain khusus busana pria dengan mengadakan LPM Menswear. “Ini adalah tahun pertama lomba perancang mode Femina Group membuat lomba ini. Menurut pandangan kami, industri fashion untuk kebutuhan pria masih kurang,” ungkap Ai Syarif, Creative Advisor Jakarta Fashion Week, sekaligus Juri LPM Menswear.

Menurut Ai Syarif, desainer busana pria yang dicari adalah mereka yang tidak hanya pintar mendesain, tapi juga mengerti cara menjual, sizing, dan branding.”Siapa pun bisa ikut, asalkan ketika menang dia sudah siap meramaikan industri fashion di Tanah Air dan juga siap go global,” kata Ai Syarif. Terlebih lagi Jakarta Fashion Week juga kerap memberangkatkan desainer busana pria untuk mengikuti lomba di luar negeri, seperti International Woolmark Prize yang memiliki kategori khusus menswear.


LPM Menswear 2017 bekerja sama  dengan Istituto Marangoni dan Silvarrie Walkway—sebuah label tas kulit asal Singapura. Pemenang pertama berkesempatan mengikuti short course di Istituto Marangoni. Finalis dari LPM Menswear juga akan menunjukkan koleksinya di Jakarta Fashion Week 2018. Dapatkan formulirnya di Majalah Dewi, Femina, Grazia, Cleo, dan The Folio atau langsung simpan unduh formulirnya dari laman LPM Menswear di situs kami ini.

Meski pada awalnya para dewan juri meminta agar karya dikirimkan lebih dini untuk membuat proses penilaian lebih mendetail, suara peserta di sepanjang menjalani workshop keliling LPM dan LPMM 2017 justru menyatakan sebaliknya. Libur sekolah, kerja, dan kesibukan menyambut hari raya yang lalu membuat peserta kesulitan meluangkan waktu mengerjakan sketsa dan mencari bahan. Karenanya, untuk kedua lomba prestisius ini, dewan juri bersedia memberikan keringanan perpanjangan deadline hingga 30 Agustus 2017.

Tunggu apalagi?
Kirimkan karyamu sekarang juga!