News

Karisma Intan Abigail, JFW 2022 Icon Pendatang Baru yang Mencuri Perhatian

Friday, 19 Nov 2021

by JFW

Cara pandang Intan Abigail terhadap dirinya berbalik 180 derajat setelah ia menjajal modeling. “I used to shy away from the camera,” kata perempuan berusia 19 tahun ini. Langkahnya di dunia modeling pun bukanlah hal yang direncanakan.

Suatu hari ketika seorang teman mengunggah foto Intan di Instagram, agensi Who Knows Model melihat potensi perempuan belia tersebut. Dari situ, ia memutuskan mencoba kesempatan baru itu. Tanpa ekspektasi apa pun, Intan terkejut menemukan dirinya menikmati proses modeling. “Saat pertama kali aku mengikuti test shoot, aku pikir ‘Oh this is fun!’” kata perempuan yang akrab disapa Intan ini. Bermula dari kesenangan itu, kini sudah setahun Intan menjalani pekerjaan sebagai model. “It just became a part of my life now, I enjoy it.

Hal terbaik dari modeling bagi model blasteran Indonesia-Afrika Selatan ini adalah ia punya kesempatan untuk bertemu orang-orang baru. Lulus sekolah di masa pandemi, menjalin pertemanan baru di dunia nyata adalah hal yang sulit didapatkan bagi Intan. 

Itu mengapa pengalamannya di panggung Jakarta Fashion Week jadi begitu berkesan. “Aku bertemu dengan banyak sekali orang, and I consider them my best friends now,” ujarnya. Berada di industri yang sama, Intan seperti menemukan support system di teman-teman modelnya. “Like we’re going through the same things and we all had our struggles and experiences.”

Di belakang panggung, Intan menemukan sisterhood. Kata-kata dukungan sesama model menjadi penguat mereka. Semua saling meyakinkan diri untuk bisa memberikan yang terbaik. Salah satu yang model yang kemudian menjadi akrab dengannya adalah Devona, JFW 2020 Icon. “We really had a good conversation. Kami seperti saudara! Dia juga dulu [JFW] Icon, so it’s nice to have someone to know how you’re feeling.”



Menelusuri Lika-liku Belantara Fashion
Jika diminta mendeskripsikan pekerjaan seorang model, ‘mudah’ bukanlah salah satunya. Berada di bawah sorotan yang sedemikian rupa sering kali tidak sejalan dengan perlakuan banyak orang yang bekerja dengan mereka. Bagi sebagian model, mereka bahkan harus mengalami itu di usia yang sangat muda. Intan salah satunya. “Kadang hal itu terus kepikiran. It gets really bad. Tapi ketika akhirnya saya menerima itu sebagai sebuah proses, it's get better.”

Pada akhirnya Intan belajar untuk menerima dan melihat dirinya sendiri sebagai manusia. “Aku tidak mesti masuk dalam standar mereka, but I have to work on myself more,” kata Intan. Bahwa ia tidak sempurna adalah keniscayaan karena ia adalah manusia. “I do gain weight and I lose weight. I’m human, I’m not perfect.”

Kesadaran akan ketidaksempurnaan tentu saja datang dengan perasaan insecure. “On runway, I have insecurities at the back of my head. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya bisa memberikan yang terbaik,” jelasnya.

Kepercayaan diri adalah sesuatu yang selalu jadi tantangan bagi Intan. Ia baru bisa berdamai dengan itu ketika manajernya di agensi melihat potensinya. “She said I see you have so many potentials. Dari situ aku berpikir, 'oh mungkin aku memang punya potensi'.” Pelan-pelan, rasa percaya dirinya tumbuh. Saat berada di bawah sorotan lampu ia berusaha untuk mengabaikan hal lain di luar pekerjaan. “I’m already here, I just have to do my best and do it,” katanya tegas.

Namun, rasa insecure itu tidak hanya muncul dari dalam dirinya. Tantangan lain bagi model perempuan muda seperti Intan adalah persoalan keamanan. “Kita enggak pernah tahu orang akan kayak gimana, jadi kita mesti selalu siap dan waspada,” jelasnya. Apalagi Intan sering datang ke set seorang diri. Hal yang tentu saja juga mengkhawatirkan orangtuanya, apalagi ketika bekerja di luar kota. “I think [safety] is number one [challenge].”


Meniti Langkah ke Depan
Di masa depan, Intan ingin bisa melihat modeling sebagai karier jangka panjang. “Aku sangat menikmatinya, [dan] aku pikir it’s heading in to the right direction,” jelasnya. Apalagi kini dengan ia didapuk sebagai JFW 2022 Icons. 

Selain sebuah pencapaian, titel tersebut juga adalah sebuah tanggung jawab dan tekanan. “Being the icon, I feel like I shouldn’t make any mistake.” Bukan berarti ia tidak menikmati proses itu. “It feels so nice, I’m happy. I met so many cool people. The JFW crew, I love them.”

Dukungan dari teman-teman dan orangtuanya menjadi dua hal yang menguatkan langkah Intan menjalani dunia modeling. Ia bercerita bagaimana candaan para sahabatnya tentang ia berada di cover atau runway desainer ternama di masa yang akan datang menjadi penyemangat sekaligus doa yang ia aminkan.

Ikuti langkah Intan Abigail di panggung JFW 2022!