News

Berbusana seperti di Buku Dongeng, Kompilasi Gaya Romantis dari Jakarta Fashion Week 2024

Wednesday, 27 Dec 2023

by JFW

Ciri khas gaya berbusana romantis lekat dengan bayang-bayang buku dongeng klasik, dengan unsur vintage dan gaya hyper feminin yang kini telah kembali menjadi tren. Namun, jika yang terpikirkan adalah busana sebatas gaun dan bunga, maka Anda perlu memperluas definisi dari gaya romantic dalam fashion dan lebih memahami lagi apa itu prinsip-prinsip dari gaya tersebut.
 
Gaya romantic atau romantic style adalah sebuah sub aliran fashion yang memiliki emfasis pada gaya keperempuanan atau ladylike namun tidak terbatas penggunaannya hanya untuk wanita. Identik dengan renda, ruffles, gaun bervolume dan rok tumpuk serta sentuhan floral berwarna-warna pastel, gaya berbusana ini dapat juga diterapkan pada aneka jenis garmen bahkan pada menswear.
 
Belakangan ini unsur-unsur renda dan pita begitu digandrungi oleh para pemerhati mode, mulai dari yang hyper feminine dreamy core, hingga yang dipadukan dengan unsur maskulin dan kasual seperti the coquette girl aesthetic. Berikut adalah sejumlah gaya romantic style yang diangkat oleh perancang-perancang Jakarta Fashion Week 2024 beserta ragam variasinya.
 

Gaya Floral Feminin Manis Koleksi dari Haidee & Orlin

Jenama womenswear Haidee & Orlin mengangkat sebuah koleksi berjudul “Tying Infinity Dreams” dalam rangka mengenang perjalanan jenama ini dari awal hingga kini. Koleksi yang menjadi representasi cantik dari rancangan Haidee & Orlin ini mengambil tema hyper feminin romantic dengan penggunaan detail pita dan aksen renda-renda manis.
 
Warna-warna yang dipilih pun sangat muda, segar, dan feminin seperti baby pink, off white, dan powder blue. Semuanya tersulam apik dalam koleksi yang ramai akan ruffles, motif floral, renda cantik, serta teknik quilt yang menyerupai model selimut antik bermotif cantik.


 
Para model yang berjalan di runway pun dipercantik dengan aksesori pita-pita di rambut atau hijab, untaian mutiara-mutiara, serta rona riasan merah jambu di area sekitar mata dan pipi.


Baca juga: Harum dan Percaya Diri, Persembahan dari LUX bersama Albert Yanuar, Lisa Ju, dan Didiet Maulana

 

Rekonstruksi Gaya Era Victoria Rancangan Jenama Starry

Jenama Starrt besutan dari perancang Juliana Ng telah mengukuhkan identitasnya sebagai jenama bergaya romantic victorian. Ia banyak mengambil inspirasi dari gaya manis perempuan-perempuan di era Victoria, namun dari segi desain dan kerumitan pola busana dibuat lebih cocok untuk penggunaan sehari-hari.
 
Jika wanita era Victoria banyak mengenakan korset dan hip padding untuk mengaksentuasi lekuk tubuh, maka Starry menyederhanakan elemen desain ini dengan potongan pinggang yang body fitting dan model rok-rok flowy serta ruffling cantik bertumpuk. Untuk memperkuat kesan youthful, penggunaan gaya  semi apron membuat gaun yang hadir tampak lebih memikat. 


 
Koleksi dari Starry ini berhasil membawa para penonton untuk masuk kembali ke sebuah era di masa lalu dengan penggunaan material kain flower lace dan katun bermotif bunga vintage, tanpa meninggalkan unsur relevansi pada desain-desainnya.
 

Penerapan Gaya Romantis pada Menswear dalam Koleksi Tanah le Saé

Jenama romantic masculine milik dua sahabat Denniel Richard dan Andika Wiradiputra memang mengkhususkan diri pada pakaian-pakaian menswear yang memiliki kesan puitis, cenderung feminin, dan berprinsip genderless.
 
Koleksi yang mereka bawa ke Jakarta Fashion Week 2024 ini berjudul “Ann:Melancholy” dan terinspirasi langsung dari sosok nenek sang perancang. Sosok Oma Anne yang kuat namun tetap anggun diabadikan dalam koleksi yang memiliki gaya klasik Eropa era 50-60-an.


 
Sarat akan aplikasi bunga handmade origami dan crochet, bahan lace rajut, serta kain-kain sustainable dari dead stock, koleksi ini menjadi bukti bahwa gaya feminin dan romantis bisa juga diterapkan dalam busana menswear.


Baca juga: Fashion Force Award 2023: Merayakan Eksplorasi Gaya dan Inovasi di Dunia Mode

 

Isshu: Ketika Romantisme bertemu Retro Modersnism 

Jenama aksesori Isshu menjadi pemenang  penghargaan Fashion Force Awards 2023 dengan memadukan estetika romantis dan gaya clean modern sekaligus. Dirancang dengan influence retro modern, jenama tersebut menciptakan sebuah koleksi penuh nostalgia namun juga kreatif inovatif.
 
Isshu dalam koleksi yang memiliki kesan sailor moon wedding-esque ini juga bermain dengan batas-batas menswear dan womenswear, ditutup apik dengan finale pernikahan yang semakin memperjelas permainan gender di sini.  


 
Koleksi ini menawarkan nuansa hitam dan putih, dominasi cutting yang bersih dan rapi, tetapi diperkaya dengan sentuhan ruffles dan rok balon yang cenderung romantis. Aksesori yang ditampilkan juga memiliki bentuk-bentuk yang unik, seperti tas tentang segititga dan aksesori silver berbentuk mawar.

Ikuti terus info terkini seputar pagelaran Jakarta Fashion Week 2024 di situs ini dan JFW.TV, juga bisa klik saja media sosial resmi Jakarta Fashion Week berikut ini: InstagramFacebookTikTokX, dan Pinterest. (JFW)

 
Baca Juga:
Eksplorasi Penuh Visi Jan Sober, Rama Dauhan Design Studio, dan Byo di Panggung Dewi Fashion Knights
Dewi Fashion Knights: Puncak Perayaan Seni Persembahan MAHIJA dan Hian Tjen
Infinix Menangkap Esensi Gen Z bersama MORAL dan Christin Wu, Danjyo Hiyoji, dan Sean Sheila ke Jakarta Fashion Week 2024


(Foto: Dok. Jakarta Fashion Week)