Kekuatan dalam Untaian Harapan: Kolaborasi ISSHU dan Make-A-Wish Indonesia

Tidak jauh dari panggung utama Jakarta Fashion Week 2026, sebuah diskusi hangat dengan tajuk ‘Legacy of Wishes” The Power of a Wish’ berlangsung dan menggerakkan banyak hati audiensnya. Diskusi yang berlangsung pada 29 Oktober 2025 di Center Stage JFW ini menjadi sebuah penanda kolaborasi antara jenama aksesori kontemporer ISSHU dan yayasan Make-A-Wish Indonesia yang telah lama berkecimpung dalam sebuah gerakan genting yang kerap terabaikan: memberi kembali harapan bagi anak-anak yang mengidap penyakit kronis di Indonesia.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab ini, Make-A-Wish Indonesia menghadirkan makna baru bagi kata harapan, sebagai sebuah kekuatan lembut yang alih-alih kasat mata, mampu menembus batas medis dan menyentuh inti kemanusiaan. ISSHU, di sisi lain, sejenak meninggalkan gemerlap panggung peragaan dan menyumbangkan sentuhan artistiknya dalam untaian manis gelang silver bersiluet bintang jatuh, simbol dari gestur pengharapan yang terinspirasi dari siluet logo Make-A-Wish Indonesia.

Gelang kolaborasi ISSHU dan Make-A-Wish Indonesia

Make-A-Wish Indonesia sendiri merupakan lembaga nirlaba global yang lahir di Amerika pada tahun 1980. Kini, di tahun 2026, lembaga ini hadir di lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia sejak Oktober 2024. Sejak berdiri di Indonesia, hampir seratus wishes telah terwujud, masing-masing meninggalkan jejak abadi di hati kecil mereka yang terlibat.

CEO Make-A-Wish Indonesia, Imelda H Lubis-Tanoyo, menggambarkan misinya dengan begitu indah: “Setiap wish adalah memori yang bertahan seumur hidup. Bagi seorang anak, harapan memberi keberanian untuk bertahan dan alasan untuk percaya bahwa masa depan masih ada.”

Sebuah lingkaran kebaikan pun terbentuk antara anak-anak, keluarga, dokter, dan para relawan yang bersama menyalakan cahaya optimisme di tengah gelapnya perjuangan melawan penyakit.

dr. Raissa Broto Asmoro, Ambassador dari Make-A-Wish Indonesia

Dari sisi medis, dr. Raissa Broto Asmoro yang juga merupakan Ambassador gerakan ini menegaskan pentingnya melihat anak bukan hanya sebagai pasien, melainkan sebagai individu utuh dengan impian dan emosi. “Penyembuhan bukan sekadar fisik. Dukungan mental, termasuk harapan, sering menjadi energi yang memperkuat proses pemulihan” ujarnya. 

Spesialnya di Jakarta Fashion Week, kolaborasi dengan dunia kreatif ini menambahkan dimensi yang mampu menggerakkan empati. Rheza Paleva, creative director di balik label ISSHU, mengakui, “Fashion kadang terlalu duniawi. Tapi lewat kolaborasi dengan Make-A-Wish, kami ingin memberi makna baru pada keindahan.”

Lewat kerja sama ini, separuh hasil penjualan gelang disumbangkan untuk mendukung wishes anak-anak Indonesia, dan Rheza turut berinisiatif menyumbangkan sebagian hasil dari koleksi ISSHU lainnya yang berciri simbol bintang, suatu gerakan tulus dari hati yang menyentuh banyak hati lainnya.

Suasana hangat diskusi Legacy of Wishes

Sambutan dari para awak media dan penonton pun begitu hangat, dengan tidak sedikit yang seketika tergerak untuk memboyong gelang rancangan ISSHU dan memakainya sebagai sebuah aksi yang menyatakan simpati, menggaungkan harapan lebih jauh lagi.

Dengan visi 10,000 wishes in 10 years, Make-A-Wish Indonesia  menuturkan bahwa keajaiban tidak selalu datang dalam bentuk besar. Terkadang, ia hadir sederhana, seperti bintang-bintang kecil di gelang ISSHU, atau tawa anak yang akhirnya kembali bermimpi. Karena pada akhirnya, beauty inspires, but hope heals.

Miliki gelang kolaborasi ISSHU x Make-A-Wish Indonesia, dan jadilah bagian dari lingkaran kebaikan bagi mereka yang sedang membutuhkan harapan.

Dapatkan info terkini seputar pergelaran Jakarta Fashion Week 2026 di situs ini, juga bisa klik media sosial resmi Jakarta Fashion Week berikut ini: Instagram, Facebook, TikTok, Twitter, dan Pinterest. (JFW)