News

Batik, Tak Sekadar Tekstil, Tradisi, dan Simbol

Friday, 25 Oct 2019

by JFW

Walau sudah diakui dunia, ternyata masih banyak masyarakat Indonesia sendiri yang belum mengapresiasi batik. Upaya mengampanyekan batik, bahkan di negeri sendiri, terus dilakukan agar masyarakat lebih ‘melek batik.’ Untuk itu Yayasan Batik Indonesia mengadakan talkshow #MerayakanIndonesia berjudul “Memahami Batik Lebih dari Sekadar Textile, Tradisi dan Simbol” di Fashionlink Showroom & Market, Jakarta Fashion Week (JFW) 2020, Senayan City, Jakarta, Jumat (25/10).

Fashion designer Era Soekamto yang menjadi pembicara dalam acara tersebut mengatakan bahwa pemahaman masyarakat Indonesia bahwa batik hanya sekadar pakaian berbahan tekstil tradisional dengan berbagai motif perlu diubah. “Tak sekadar itu, di balik setiap motif batik yang unik tersirat sejarah, baik sejarah bangsa Indonesia maupun sejarah masyarakat di mana batik itu berasal,” papar Era. 

Namun, karena tidak banyak orang yang tahu mengenai sejarah di balik motif tersebut maka informasi mengenai batik berhenti sampai di situ saja. Oleh karena itu penting bagi kita sebagai generasi yang terdahulu membuka awareness tentang batik kepada generasi yang lebih muda. 

Yayasan Batik Indonesia sendiri memiliki beberapa program untuk meningkatkan awareness batik di Indonesia, antara lain pelatihan membatik untuk mengajak masyarakat luas untuk ikut serta dalam proses membatik sehingga makin banyak masyarakat dapat menghargai batik melalui proses pembuatannya yang sophisticated.

 

(CHK)