News

Lulusan L'Institut Superieur des Arts Appliques di Rennes Angkat Sisi Lain Dunia Mode

Monday, 22 Oct 2018

by Jakarta Fashion Week

Jakarta Fashion Week hadir dengan konsistensi kuat dalam misi mereka untuk menjembatani interaksi antara desainer, industri, serta konsumen dunia mode, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam upaya ini, mereka menghadirkan Fashionlink Showroom & Market, yaitu area yang diisi produk-produk desainer Indonesia Fashion Forward, label-label lokal, mitra internasional, dan mitra komersial. 

 
Area ini dilengkapi pula dengan berbagai agenda talk show untuk menemani aktivitas pengunjung. Salah satunya adalah persembahan dari INSTITUT FRANCAIS D'INDONESIE (IFI) dengan tajuk bahasan “Behind the Scenes of Paris Fashion Week yang dihadiri oleh Erell Hemmer.

Erell Hemmer adalah lulusan jurusan desainer grafis L'Institut Superieur des Arts Appliques di Rennes, Prancis tahun 2013. Ia hadir untuk mengangkat sisi lain dunia mode yang dikenal gemerlap dan prestisius, dengan pandangannya yang unik. Paris Fashion Week pada tahun 2014 dan 2015 menjadi sasaran bidikan kamera analognya. Paris Fashion Week adalah trendsetter mode papan atas berskala internasional yang menjadi agenda tahunan para desainer dan pencita mode kelas dunia.

Erell Hemmer yang memang mencintai mode, mendapat kesempatan emas ketika ia menerima izin untuk mengabadikan momen istimewa tersebut. "Foto-foto ini adalah bagian dari Paris Fashion Week tahun 2014 dan 2015. Semuanya hitam putih," kata Erell, fotografer asal Havre (22/10).

Wanita kelahiran Havre, Prancis, pada tahun 1991 ini juga menambahkan, “Perlu kecermatan yang tinggi sebelum kita memutuskan untuk mengabadikan sebuah momen. Sebab, berbeda dengan kamera digital, kamera analog tidak bisa menghapus hasil jepretan yang kita anggap jelek,” tuturnya ketika ditemui dalam acara talk show di Fashionlink Showroom & Market, Senin (22/10).

Selain itu, penggunaan kamera analog juga diyakini Erell bisa menghasilkan karya yang lebih bagus nilai estetikanya. Setelah mendiskusikan mengenai pengalamannya membidik, Erell lantas tersenyum lepas di akhir acara. “Terima kasih,” celetuknya memperlihatkan kemampuannya berbahasa Indonesia. (FEB/ZGY)