TENTANG LOMBA PERANCANG AKSESORI

Sejak 2008, Lomba Perancang Aksesori menjadi sebuah wadah kompetisi yang dibangun oleh Femina Group bagi calon desainer aksesori berbakat untuk menunjukkan kreativitas dan orisinalitas karyanya. Lomba ini dilaksanakan dua tahun sekali bergantian dengan Lomba Perancang Mode (LPM). Para alumni LPA berperan besar dalam industri mode tanah air.

Tahun 2018, Lomba Perancang Aksesori kembali diadakan dengan tema TROPICAL VIBES.

Memilih desainer aksesori kontemporer terbaik, LPA 2018 mengajak Anda mendesain koleksi costume jewelry atau fashion jewelry yang terdiri atas tiga aksesori yang bisa Anda pilih; dari kalung, anting, gelang, bros, hingga headpiece (bukan topi).

Tahun ini, Tropical Vibes menjadi tema utama LPA 2018. Eksplorasi elemen gaya tropis yang dinamis dan penuh warna menjadi benang merah dari koleksi. Bentuk dan warna, apa pun, sesuai tema utama bisa jadi inspirasi Anda. Anda juga bisa mengeksplorasi berbagai material; kulit, logam, kayu, akrilik, kain, plastik hingga perak, silakan saja. Namun penggunaan emas, berlian, dan batu mulia tidak diperkenankan dalam LPA 2018.

Karya sepuluh Finalis akan ditampilkan dalam fashion show di Fashion Tent Jakarta Fashion Week 2019 di bulan Oktober nanti. LPA 2018 memberikan hadiah menggiurkan berupa bea siswa Fashion Accessories Short Course di Istituto Marangoni di Firenze, Italia.  LPA 2018 juga didukung oleh UBS Gold.

Cari informasi selengkapnya di sini atau tanya langsung di media sosial kami.

Saya sudah bekerja sebagai perancang kecil-kecilan, namun tidak memiliki latar belakang sekolah mode atau desain. Bolehkah saya ikut LPA?
Tidak masalah, karena lomba ini terbuka untuk umum, baik wanita atau pria, WNI, minimal 18 tahun, siswa atau lulusan sekolah mode/pendidikan desain/seni rupa dan sejenis, atau profesional maupun perajin di bidang mode. Jadi, meski tidak menyentuh pendidikan formal sekolah mode, Anda berhak ikut karena memenuhi kriteria: seorang profesional di bidang mode. 

Dalam kriteria lomba, disebutkan bahwa peserta harus membuat 3 karya desain aksesori yang merefleksikan kesatuan koleksi, apa maksudnya? 
Ke-3 desain tersebut harus memiliki satu kesatuan tema tertentu sehingga bisa dikategorikan menjadi satu koleksi. Peserta bebas menentukan temanya, tetapi tetap merefleksikan tema besar, yaitu TROPICAL VIBES. Untuk tahun ini, jenis desain harus sesuai dengan jenis COSTUME JEWELRY yang berfungsi sebagai fashion item, dengan pilihan macam antara anting, gelang, kalung, bros, dan headpiece atau hiasan kepala (bukan topi).

Sketsa diminta agar dikirimkan dalam bentuk sebenarnya dan berwarna di atas kertas putih tebal (minimal 10 gram) berukuran A4 (29,7 x 21 cm). Bagaimana jika karya saya berukuran lebih besar dari kertas tersebut? 
Silakan melakukan penyesuaian ukuran gambar dengan sistem skala. Cantumkan keterangan skala desain di atas gambar termaksud.

Bisakah dijelaskan mengenai kriteria penilaian dari dewan juri? 
Pertama, kreativitas. Tidak sulit dijelaskan. Karena ini adalah lomba, maka peserta yang menampilkan kreativitas karya yang tinggi akan mendapat nilai bagus. 
Kedua adalah teknik pembuatan. Tingkat kesulitan pembuatan dan hasilnya menjadi penilaian utama juri untuk poin ini. 
Ketiga, daya pakai. Karena diharapkan para peserta dapat menjadi profesional di bidang ini, sehingga karyanya tidak boleh hanya indah dilihat, tetapi harus bisa dinikmati dan dipakai oleh konsumen.
Terakhir adalah daya jual, artinya karya ini memiliki nilai secara ekonomi. Jika diletakkan di etalase toko, orang akan tertarik untuk membelinya. 

Bagaimana tahap penjurian peserta? 
Proses penjurian akan terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, seluruh berkas peserta yang masuk dan memenuhi syarat akan dinilai oleh tim yang terdiri dari para fashion editor senior dalam Femina Group. Tim ini akan membuat nominasi peserta yang akan diserahkan kepada tim juri utama untuk memilih 20 semifinalis, 10 finalis dan pemenang. Tim juri utama terdiri dari tokoh-tokoh dalam industri mode, dari desainer hingga pengamat mode, termasuk pihak UBS Gold selaku sponsor. Para juri itu juga akan menilai penampilan busana kreasipara finalis saat diperagakan di penjurian terbuka di Jakarta Fashion Week. 

Kesalahan apa yang biasa dilakukan finalis sehingga mereka tidak menang?
Sebenarnya bukan kesalahan, tetapi memang untuk menjadi finalis saja tidak mudah, karena penjurian yang begitu ketat dengan berbagai aspek penilaian. Kegagalan yang utama biasanya bersumber dari karyanya itu sendiri. Bisa karena kurang rapi, kurang punya daya pakai, atau  bahkan agak melenceng dari desain sebelumnya. 
Wawancara juri juga tidak boleh dianggap remeh karena di sinilah para finalis diuji untuk  bisa menjelaskan dengan sistematis dan menarik tentang karya yang dibuatnya. Juri juga biasanya akan banyak mengeksplorasi pertanyaan berkaitan dengan motivasi peserta mengikuti lomba ini. 

Bila menjadi finalis dan tidak menang, bolehkah ikut lagi di kesempatan berikutnya?
Boleh. Sebelumnya sudah ada beberapa finalis yang seperti itu. Persiapkan segalanya dengan lebih baik agar Anda dapat keluar sebagai pemenang. Jangan lupa bahwa lomba ini diadakan dua tahun sekali, sehingga kamu memiliki waktu yang cukup panjang untuk kembali mempersiapkan diri!
TENGGAT WAKTU: 20 AGUSTUS 2018
BACA PERSYARATAN BAIK-BAIK





UNDUH FORMULIR DI TAUTAN INI DAN PILIH "SAVE AS"