6 Cara Desainer Menghadirkan Bunga dalam Wujud Baru di JFW 2026
Ada sesuatu yang abadi dari elemen floral dalam dunia mode. Karakternya yang lembut, beragam, dan mudah dikenali membuatnya terus menemukan tempat di antara lembaran kain dan siluet busana. Tren bunga di JFW 2026 pun menunjukkan bahwa bunga hadir untuk memperindah, tanpa mengurangi fungsionalitas busana.
Ia dipotong, dijahit, dirangkai, dan dibentuk kembali. Kelopak menjelma menjadi tekstur, bunga tumbuh menjadi detail tiga dimensi, sementara bentuk-bentuk floral diterjemahkan ke dalam cara yang lebih abstrak dan tak terduga.
Menengok kembali panggung JFW 2026, enam desainer berikut menunjukkan bagaimana bunga dapat meninggalkan bentuk aslinya, lalu menemukan jati diri baru sebagai bagian dari busana. Inilah salah satu tren JFW 2026 yang berhasil mencuri perhatian.
Lascada
Dalam perhelatan APR “Grace in Motion: Defining Modern Silhouette”, Lascada melakukan debutnya di Jakarta Fashion Week melalui koleksi ‘Iriscent’ yang terinspirasi dari bunga iris.
Bunga diterjemahkan melalui teknik bordir dan elemen aplikasi bak bunga iris dengan siluet ringan dan dinamis. Detail tersebut mengawinkan karakter kelopak yang lembut dengan potongan busana yang tegas. Teknik ini menghadirkan interpretasi floral elegan nan mudah dipadu-padankan.
BInhouse
Melalui koleksi ‘Bahasa Kain’, BINhouse mengeksplorasi floral bukan melalui manipulasi tekstil. Teknik jahit menghasilkan tekstur tiga dimensi yang menyerupai juntaian ronce melati pada sejumlah kebaya modern.
Interpretasi ini berhasil meleburkan elemen bunga menjadi kesatuan dalam struktur busana. Detail floral juga hadir pada bagian dalam kebaya qipao, sementara penggunaan beludru memperkaya permainan tekstur dalam keseluruhan koleksi.
BIASA
Koleksi ‘Believe’ dari BIASA menghadirkan floral dalam bentuk tiga dimensi melalui teknik aplikasi. Salah satu realisasinya terdapat pada atasan dengan detail bunga yang mengingatkan pada rona dan bentuk bunga gemitir dalam canang sari.
Eksplorasi tekstur juga terlihat pada bodysuit melalui manipulasi kain dengan teknik jahit. Hasilnya adalah permukaan busana yang lebih taktil, sekaligus memperlihatkan keterampilan tangan para pengrajin di balik pembuatannya.
studio jeje
Pada Miracle Runway, Studio Jeje menghadirkan koleksi ‘Tapak Dara’ yang terinspirasi dari bunga-bunga liar yang tumbuh di ruang-ruang kota.
Alih-alih tampil sebagai ornamen yang dominan, gagasan floral diterjemahkan melalui siluet lembut, tekstur halus, dan detail subtil. Hasilnya terasa feminin tanpa menjadi sentimental, sejalan dengan gagasan tentang bunga yang terus tumbuh, berubah, dan beradaptasi.
suedeson
Suedeson karya Kimberly Tandra membawa bordir floral dan detail potongan berbentuk bunga ke dalam peragaan BYD “EVERY SHAPE OF ELEGANCE”.
Pada beberapa tampilan, bentuk bunga seolah membingkai tubuh pemakainya. Hal ini dilakukan dengan menjadikan elemen floral sebagai detail dekoratif dari siluet. Dipadukan dengan warna putih, merah muda, dan biru denim, konsep floral kini terasa lebih ringan dan ceria.
nagita slavina
Dalam peragaan BTN x Dewi “Female Forward”, Nagita Slavina mempersembahkan koleksi busana resor ‘BungaLoka’ yang berarti tempat bunga bermekaran.
Salah satu interpretasi floral yang menonjol terlihat pada tunik sederhana dengan tumpukan kelopak bunga di bagian bahu. Detail tersebut memberikan dimensi sekaligus menjadi titik fokus pada busana. Lewat pendekatan maksimalisme minimalis, ‘BungaLoka’ menunjukkan bagaimana satu elemen floral dapat mengubah karakter sebuah busana tanpa terasa berlebihan.
Tren bunga di JFW 2026 hadir dalam lebih banyak wujud daripada sekadar motif. Ada yang diterjemahkan menjadi bordir, dipotong melalui teknik laser, disusun sebagai aplikasi tiga dimensi, hingga direka ulang menjadi tekstur.
Eksplorasi tersebut menunjukkan bagaimana bunga yang begitu familiar dapat terus menemukan wujud baru ketika diterjemahkan melalui teknik dan sudut pandang yang berbeda. Di panggung JFW 2026, bunga menjelma menjadi bagian dari sebuah busana yang dibentuk dan dikenakan.
Leave a Reply