HUNTILANAK: Label Mode Malaysia yang Menemukan Keindahan dalam Kejanggalan

Ada keindahan yang terasa akrab, tetapi ada pula yang memikat justru karena menyimpan sesuatu yang tak terduga. Di antara keduanya, Ryan Alexander Tan membangun dunia kreatif HUNTILANAK, label independen asal Malaysia yang mengeksplorasi pertemuan antara budaya, folklor, mitologi, dan keterampilan tradisional melalui perspektif kontemporer.

Berakar pada kekayaan budaya Asia Tenggara, HUNTILANAK menemukan karakternya dalam kontras, mempertemukan tradisi dengan eksperimen serta keindahan dengan elemen yang sedikit ganjil.

Karakter tersebut akan segera hadir di Jakarta Fashion Week 2027 melalui koleksi terbaru HUNTILANAK bertajuk ‘Alpine & Alchemy’. Terinspirasi dari pengalaman personal dan eksplorasi material, koleksi ini menawarkan gambaran tentang bagaimana berbagai dunia yang tampak bertolak belakang dapat berpadu dalam satu bahasa desain.

Inspirasi di Antara Alam, Spiritualitas, dan Arsitektur

Koleksi 'Alpine & Alchemy’ dari HUNTILANAK

Gagasan ‘Alpine & Alchemy’ bermula dari perjalanan Ryan bersama teman-temannya ke Chin Swee Temple, sebuah kuil di kawasan pegunungan dekat Genting Highlands, Malaysia. Lanskap berkabut, pepohonan, patung Buddha monumental, arsitektur penuh warna, hingga burung-burung yang terbang bebas di sekitarnya menjadi sumber inspirasi bagi koleksi ini.

Ryan tertarik pada bagaimana alam, spiritualitas, dan struktur buatan manusia dapat hadir berdampingan. Kontras tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam permainan siluet dan detail busana. Jaket dengan bahu lebar dan membulat mengambil inspirasi dari bentuk patung Buddha, sementara lipit besar pada bagian belakang sejumlah jaket terbuka menyerupai sayap ketika pemakainya bergerak. Rok transparan menghadirkan kesan ringan seperti kabut dan bulu burung, menyeimbangkan siluet yang lebih kokoh.

Nama ‘Alpine & Alchemy’ merangkum dua gagasan utama tersebut. ‘Alpine’ merujuk pada lanskap pegunungan yang menginspirasi Ryan, sedangkan ‘Alchemy’ menggambarkan transformasi berbagai material, teknik, dan gagasan menjadi sesuatu yang baru.

Eksplorasi Material dan Keterampilan Tangan

Koleksi 'Alpine & Alchemy’ dari HUNTILANAK

Selain siluet yang ekspresif, eksplorasi material menjadi bagian penting dari koleksi ini. Ryan berkolaborasi dengan tiga perajin, yakni Shane untuk teknik rajut kait atau crochet, Venice untuk pengerjaan manik-manik, dan Zei untuk chainmail. Keterampilan mereka dipadukan dengan beragam kain, detail konstruksi, serta elemen menyerupai bulu yang dibuat dari material tekstil.

Bagi Ryan, kolaborasi ini merupakan kesempatan untuk mempertemukan disiplin dan perspektif kreatif yang berbeda dalam satu koleksi. Berangkat dari sini, lahirlah busana dengan tekstur berlapis dan karakter yang beragam, tetapi tetap terhubung melalui gagasan yang sama.

Sementara itu, Monster Jacket menjadi salah satu karya yang paling merepresentasikan identitas HUNTILANAK. Ryan memilih jaket tersebut sebagai tampilan yang ingin diperkenalkan kepada audiens baru karena karakternya yang kuat dan mudah diingat, sekaligus mencerminkan dunia kreatif yang ia bangun melalui label ini.

Membuka Percakapan Baru di Jakarta Fashion Week 2027

'Monster Jacket', Karya Ikonis dari HUNTILANAK

Bagi Ryan, kehadiran HUNTILANAK di Jakarta Fashion Week 2027 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karyanya kepada audiens di luar Malaysia sekaligus mengenal lebih dekat ekosistem mode Jakarta. Ia ingin bertemu dengan komunitas kreatif setempat, menemukan perspektif baru, dan melihat bagaimana audiens dengan latar belakang budaya berbeda menafsirkan karya-karyanya.

Bukan sekadar menghadirkan busana yang menarik secara visual, Ryan berharap koleksinya dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan inspirasi. Ia ingin mengajak audiens memasuki dunia yang sedikit asing, tanpa harus memahami setiap referensi di baliknya. Baginya, pengalaman menyaksikan sebuah karya menjadi istimewa ketika karya tersebut mampu memantik imajinasi dan mendorong seseorang untuk menciptakan sesuatu sendiri.

Melalui ‘Alpine & Alchemy’, HUNTILANAK siap membawa pendekatan desain yang mempertemukan tradisi, eksplorasi material, dan imajinasi dalam satu komposisi. Nantikan karya dari HUNTILANAK secara langsung di Jakarta Fashion Week 2027, yang akan berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026.

Fotografer: Hariz Amsyar, Shah Anuar, dan Fallisha Amanda.