Menerjemahkan Kenikmatan dalam Mode, Magnum Gandeng BLANC STUDIO, Gelap Ruang Jiwa, dan STUDIO JEJE

Kenikmatan dapat hadir dalam berbagai rupa, termasuk melalui eksplorasi mode yang membebaskan kreativitas dan menghidupkan ekspresi personal. Gagasan tersebut menjadi benang merah dalam pertunjukan “Crafted for Pleasure”, sebuah presentasi mode persembahan dari Magnum di Jakarta Fashion Week 2027.

Menghadirkan BLANC STUDIO, Gelap Ruang Jiwa, dan STUDIO JEJE, pertunjukan ini mempertemukan tiga perspektif desain yang berbeda dalam satu panggung. Melalui eksplorasi siluet, tekstur, hingga detail kriya, masing-masing label menerjemahkan gagasan tentang kenikmatan dan ekspresi diri melalui bahasa visual yang khas.

BLANC STUDIO

Koleksi 'Time Slip' dari BLANC STUDIO

BLANC STUDIO membawa koleksi Fall/Winter 2026 bertajuk “Time Slip” di bawah arahan kreatif Tommy Adiputra. Menandai tahun keempat kehadirannya di Jakarta Fashion Week, koleksi ini melanjutkan eksplorasi arsitektural BLANC STUDIO terhadap struktur dan proporsi, sekaligus mempertemukan referensi masa lalu dengan gagasan baru.

Terinspirasi dari istilah glitch in the matrix dan imajinasi tentang perjalanan lintas waktu, “Time Slip” merangkai berbagai referensi sejarah mode serta delapan tahun perjalanan BLANC STUDIO.

Palet hitam dan cokelat menjadi landasan koleksi, dilengkapi abu-abu, krem, dan hijau zaitun. Permainan siluet bergerak di antara proporsi oversized dan fitted, bentuk terstruktur, hingga garis membulat dan fluid. Eksplorasi konstruksi melalui teknik twisting dan wrapping turut menghadirkan interpretasi baru pada atasan dan celana.

Terdiri dari 16 tampilan, koleksi ini juga mempertemukan identitas BLANC STUDIO dengan dunia Magnum. Terinspirasi dari sensasi memecahkan lapisan cokelat es krim Magnum, beberapa tampilan mengeksplorasi tekstur yang kaya dan tailoring berstruktur. Kehadiran renda melalui blazer sculptural turut memberikan sentuhan romantis yang kontras dengan karakter koleksi yang didominasi warna gelap.

Gelap Ruang Jiwa

Koleksi 'Riuh dalam Senyap' dari Gelap Ruang Jiwa

Melalui “Riuh dalam Senyap”, Gelap Ruang Jiwa menelusuri hubungan antara ekspresi diri dan ketenangan batin. Koleksi ini melanjutkan eksplorasi dari kolaborasi sebelumnya bersama Magnum, “The Quiet After; Senyap”, yang terinspirasi dari momen kenikmatan setelah gigitan pertama es krim Magnum, ketika waktu seolah melambat dan segala riuh berhenti sejenak.

Kali ini, Gelap Ruang Jiwa menghadirkan sembilan suasana sebagai identitas koleksi, yakni Gemerlap, Belantara, Hening, Riuh, Pekat, Jingga, Lebur, Bayang, dan Semarak.

Dominasi hitam yang menjadi ciri khas Gelap Ruang Jiwa diperkaya perhiasan bernuansa bronze, batu berwarna, serta detail beads. Permainan lapisan dan tekstur kain khas Ru Project membangun karakter setiap tampilan, sementara sepatu bersiluet feminin dengan garis tegas melengkapi keseluruhan penampilan.

Busana, perhiasan, dan sepatu dirancang sebagai satu kesatuan, dengan perhiasan yang turut menjadi bagian dari konstruksi busana melalui brooch, pengikat drapery, hingga aksen sculptural.

Gagasan tentang riuh dan senyap juga diterjemahkan melalui presentasi runway. Beberapa model berjalan bersamaan dan saling berpapasan, menciptakan suasana yang padat sebelum perlahan berubah menjadi lebih lengang dan intim. Melalui koleksi ini, Gelap Ruang Jiwa menghadirkan potret perempuan yang bebas mengekspresikan identitasnya di tengah hiruk-pikuk dunia, tanpa kehilangan ketenangan dalam dirinya.

STUDIO JEJE

Koleksi "“The Garden of Earthly Delights” dari STUDIO JEJE

Menutup rangkaian pertunjukan, STUDIO JEJE membawa imajinasi ke dalam dunia seni melalui “The Garden of Earthly Delights”. Terdiri dari 10 tampilan, koleksi ini terinspirasi dari lukisan triptych karya Hieronymus Bosch yang menggambarkan tiga lanskap, mulai dari Eden, taman penuh kenikmatan duniawi, hingga lanskap neraka yang misterius.

Melalui interpretasi tersebut, Angelita Nurhadi mengeksplorasi hubungan antara manusia, hasrat, dan kebebasan berekspresi dalam serangkaian busana.

Alih-alih menerjemahkan lukisan Bosch secara harfiah, STUDIO JEJE mengambil unsur fantasi dan rasa ingin tahu sebagai titik berangkat. Koleksi ini bergerak melalui tiga rangkaian visual, dimulai dengan tekstur berkilau yang merefleksikan kemurnian Eden, berlanjut pada semarak dan sensualitas taman, hingga mencapai ekspresi yang lebih gelap dan dramatis. Permainan siluet gaun pendek, embroidery, mote, serta detail tiga dimensi memperlihatkan kekayaan eksplorasi tekstil dan dedikasi terhadap pekerjaan tangan.

Setiap tampilan turut dilengkapi aksesori dari ISSHU, nail art oleh SCULPTERA Nail Studio, serta alas kaki dari ALDO. Dipersembahkan dengan dukungan Magnum, “The Garden of Earthly Delights” merayakan spontanitas, kesenangan, dan pengalaman yang menggugah indera. 

Pada panggung “Magnum Presents: Crafted for Pleasure”, BLANC STUDIO, Gelap Ruang Jiwa, dan STUDIO JEJE memperlihatkan tiga cara berbeda dalam menerjemahkan kenikmatan ke dalam mode. Ketiganya menghadirkan perspektif bahwa fashion bukan hanya tentang apa yang dikenakan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menemukan kesenangan dan mengekspresikan dirinya.