Merayakan 10 Tahun Kolaborasi KOCCA x JFW Lewat Karya KIMOUI dan VALOREN

Sepuluh tahun kolaborasi menjadi penanda penting bagi hubungan kreatif antara Korea Selatan dan Indonesia. Merayakan momentum tersebut, Korea Creative Content Agency (KOCCA) kembali membawa perspektif mode Korea ke Jakarta Fashion Week 2027 melalui “KOCCA x JFW 10th Anniversary Runway“, yang berlangsung pada 1 November 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3.

Kali ini, dua label asal Korea Selatan, KIMOUI dan VALOREN, mempersembahkan interpretasi berbeda dalam memandang busana kontemporer. Keduanya berangkat dari pendekatan desain yang khas, mulai dari eksplorasi kemurnian bentuk hingga keberanian membongkar konstruksi busana konvensional.

KIMOUI

Koleksi dari KIMOUI

Didirikan pada 2021 oleh Kim Dae Sung, KIMOUI membawa filosofi “purism” yang memaknai kemurnian lebih dari sekadar kesederhanaan visual. Bagi sang desainer, pakaian juga menjadi medium untuk menyampaikan sesuatu yang lebih personal, yakni ketulusan hati individu yang mengenakannya.

Gagasan tersebut diterjemahkan melalui koleksi yang mempertemukan siluet terstruktur dengan bentuk yang lebih leluasa. Potongan tailoring hadir berdampingan dengan permainan volume, sementara pendekatan gender-fluid membuat batas antara busana pria dan wanita terasa semakin cair.

KIMOUI turut menempatkan knitwear sebagai salah satu elemen penting dalam eksplorasi desainnya. Teknik rajut, termasuk pengerjaan tangan, menghadirkan tekstur dan dimensi yang menarik, terlihat melalui gaun rajut berwarna hijau dengan detail berlubang dan rumbai yang menjuntai.

Eksplorasi material juga menjadi bagian dari perhatian KIMOUI terhadap keberlanjutan. Koleksi ini membuktikan inovasi material dapat berjalan beriringan dengan ekspresi artistik, tanpa kehilangan karakter pada setiap rancangan.

VALOREN

Koleksi dari VALOREN

Berbeda dari KIMOUI, VALOREN menemukan identitasnya melalui pendekatan refined deconstruction. Didirikan oleh Jung Hyo-chan, label menswear ini mengeksplorasi kembali konstruksi busana konvensional untuk menemukan bentuk dan karakter yang lebih segar.

Filosofi tersebut tercermin dalam koleksi yang mempertemukan struktur tailoring dengan penyelesaian yang lebih bebas. Siluet jas klasik, misalnya, diberi interpretasi baru melalui permainan proporsi, garis potongan yang tidak biasa, serta detail jahitan kontras yang dibiarkan menjadi bagian dari karakter pakaian.

Palet warna gelap seperti hitam dan abu-abu menjadi fondasi koleksi, sebelum diselingi warna yang lebih ekspresif seperti kuning cerah dan ungu lembut. Permainan warna tersebut memberi kontras pada karakter busana yang cenderung maskulin, sekaligus memperkaya eksplorasi visual di atas panggung peragaan.

Melalui siluet longgar, potongan berani, dan detail akhir yang tidak sepenuhnya mengikuti konvensi, VALOREN memperlihatkan bahwa struktur tidak harus selalu berujung pada kesempurnaan yang kaku. Justru melalui proses membongkar dan menyusun kembali, pakaian klasik menemukan kemungkinan baru tanpa kehilangan fungsi dan karakternya.

Merayakan Satu Dekade Pertukaran Kreatif

Peragaan "KOCCA x JFW 10th Anniversary Runway"

Bukan hanya sekadar presentasi koleksi, “KOCCA x JFW 10th Anniversary Runway” juga menjadi perayaan atas sepuluh tahun kolaborasi antara KOCCA, Jakarta Fashion Week, dan Council of Fashion Designers of Korea (CFDK). Selama satu dekade, kerja sama ini telah membuka ruang bagi desainer Korea Selatan dan Indonesia untuk saling mengenal, bertukar perspektif, serta memperluas jangkauan ke pasar internasional.

Perayaan tahun ini juga menghadirkan kolaborasi lintas industri antara fesyen dan perfilman melalui kehadiran Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, dan Yoshi Sudarso, tiga pemeran utama adaptasi Indonesia dari “Descendants of the Sun”. Proyek film yang disutradarai Hanung Bramantyo tersebut menjadi salah satu wujud pertemuan kreativitas antara industri hiburan kedua negara.

Melalui partisipasi KIMOUI dan VALOREN, perayaan satu dekade ini sekaligus memperlihatkan beragam arah perkembangan mode Korea Selatan. Dua pendekatan yang berbeda hadir dalam satu panggung, mempertemukan kemurnian ekspresi dan keberanian bereksperimen sebagai bagian dari dialog kreatif yang terus berkembang antara Korea Selatan dan Indonesia.