Pendar Paradoks: Senandung Masa dan Rasa Hadirkan Pertemuan Seni Lintas Medium di JFW 2027
Panggung PENDAR PARADOKS mempertemukan RIANTY BATIK X VIVI NICI, ELIZABETH, dan DEBZ X VIVI NICI dalam eksplorasi batik, material, dan estetika kontemporer. Peragaan busana ini merajut narasi harmonis yang mempertemukan kekayaan warisan budaya, eksplorasi seni kontemporer, dan inovasi desain modern dalam satu panggung pementasan yang memukau.
Rianty Batik Membawa "REKA - The Poetry of Form" Melalui Pertemuan Batik, Seni Rupa, dan Pottery
Jenama RIANTY BATIK menghadirkan interpretasi baru dari warisan batik Indonesia melalui koleksi bertajuk “REKA – The Poetry of Form”. Koleksi ini mengeksplorasi pertemuan antara batik, seni lukis, dan keramik dalam 16 tata gaya busana. Untuk pertama kalinya, RIANTY BATIK menggunakan kain linen sebagai medium ekspresi yang dipadukan dengan teknik batik cap dan batik lukis, mengolah motif klasik Kawung dan Truntum melalui sapuan garis serta komposisi abstrak yang dinamis. Eksplorasi dimensi tiga rupa dari karya keramik turut diterjemahkan menjadi pelengkap busana seperti korset dan obi. Peragaan ini semakin istimewa dengan kehadiran para muse publik figur ternama seperti Wilda Situngkir, Rita Nurmaliza, Widi Vierratale, Nada Ferlysia, Kaemita Boediono, Millen Cyrus, dan Endhita Wibisono. Keseluruhan tampilan koleksi ini disempurnakan melalui kolaborasi bersama jenama alas kaki asal Bogor, VIVI NICI, yang menghadirkan lini “Astra Vie” untuk menerjemahkan karakter busana berbasis batik melalui lensa kontemporer.
Elizabeth Mempersembahkan "Bloom Beneath the Surface" dengan Eksplorasi Material Struktural dan Kelembutan Organik
Jenama mode asal Bandung, ELIZABETH, menampilkan eksplorasi desain terbarunya melalui koleksi bertajuk “Bloom Beneath the Surface”. Koleksi yang terdiri dari 16 tata gaya ini mengeksplorasi pertemuan antara karakter kuat, struktur modern, dan kelembutan feminin yang organik. ELIZABETH mengeksplorasi material textured PU leather—yang selama ini menjadi identitas utama pada produk tas mereka—untuk diolah menjadi busana bersiluet berskulptur modern. Penggunaan teknik laser-cut floral menghadirkan detail organik yang berpadu selaras dengan tekstur rajut, katun, serta kilau lembut satin dalam palet warna alami seperti stone, clay, dan olive, serta aksen deep burgundy, blush pink, dan dusty blue. Koleksi ini merefleksikan komitmen ELIZABETH dalam mengusung semangat Empower Women with Style.
DEBZ Membawa "Nuansa Waktu" Lewat Dialog Estetika Victorian dan Batik Kontemporer
Desainer batik kontemporer Debby Fauziyanto melalui label DEBZ mempersembahkan koleksi bertajuk “Nuansa Waktu”. Koleksi ini mengeksplorasi pertemuan antara keanggunan era Victorian dan estetika kolonial yang diinterpretasikan kembali melalui perspektif budaya Indonesia. Menampilkan sosok perempuan modern yang anggun dan berkarakter, DEBZ menerapkan pendekatan soft tailoring dengan siluet terstruktur yang tetap ringan dan feminin, ditandai oleh detail lengan bervolume, garis potong tegas, serta aksen dekoratif. Perpaduan material seperti lace, tartan, jacquard, semi-wool, dan batik—khususnya motif Batik Buketan yang kaya akan detail floral—menciptakan dimensi visual yang kaya. Dalam penampilannya di panggung JFW 2027, DEBZ berkolaborasi dengan VIVI NICI sebagai mitra alas kaki resmi melalui koleksi “Astra Vie” serta Noor 8 Fine Jewelry sebagai mitra perhiasan resmi.
Leave a Reply