Tiga Perspektif Mode Asia Tenggara dalam SEA Fashion Parade di Jakarta Fashion Week 2027

Keberagaman lanskap mode Asia Tenggara hadir di panggung Jakarta Fashion Week 2027 melalui South East Asia (SEA) Fashion Parade, persembahan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Peragaan ini menjadi ruang pertemuan bagi tiga label dari kawasan Asia Tenggara dengan karakter dan pendekatan desain yang berbeda.

Menampilkan GINLEE dari Singapura, Renz Reyes dari Filipina, dan TANDT dari Thailand, ketiganya membawa perspektif tersendiri dalam mengolah bentuk, material, dan ekspresi. Dari inovasi material hingga permainan siluet yang imajinatif, setiap koleksi memperlihatkan kekayaan gagasan yang tumbuh dalam lanskap mode regional.

GINLEE

Koleksi “Hidden Brilliance” dari GINLEE

Terinspirasi oleh kehidupan di kedalaman laut, GINLEE menghadirkan “Hidden Brilliance”, babak lanjutan dari koleksi Autumn/Winter 2026. Keindahan organisme bawah laut diterjemahkan melalui lipit dimensional, siluet skulptural, serta gradasi warna yang mengalir dari koral dan merah muda menuju hijau pucat hingga biru. Setiap tampilan seolah menangkap pesona dunia yang tersembunyi di bawah permukaan.

Untuk penampilannya di Jakarta, GINLEE mengeksplorasi bahasa desain yang lebih eksperimental melalui arahan kreatif penata gaya Allysha Nila, dengan bantuan Tiara Ale. Konstruksi yang presisi berpadu dengan lapisan kain transparan dan permainan tekstur. Koleksi ini juga memperkenalkan tas genggam hasil cetak 3D, membuka kemungkinan baru dalam eksplorasi bentuk dan teknik pengerjaan.

Eksplorasi material turut menjadi bagian penting dalam presentasi ini. Berkolaborasi dengan perusahaan bioteknologi Indonesia, MYCL, GINLEE memperkenalkan Mylea™ Sea, biomaterial berbasis rumput laut yang dikembangkan sebagai alternatif plastik konvensional. Potensi penggunaannya pada tas, aksesori, hingga rok memperlihatkan bagaimana inovasi material dapat memperluas cakrawala penciptaan busana.

Renz Reyes

Koleksi dari Renz Reyes

Dari Filipina, Renz Reyes menghadirkan pendekatan desain yang bertumpu pada pertemuan berbagai kontras. Ketegasan potongan busana berpadu dengan kebebasan eksplorasi sulaman, sementara elemen utilitarian beriringan dengan sentuhan feminin. Perpaduan ini membentuk karakter yang dinamis, tanpa kehilangan sisi ekspresifnya.

Perhatian terhadap teknik dan detail menjadi salah satu kekuatan dalam karyanya. Potongan yang kompleks, denim, serta permainan sulaman dan ornamen memperkaya tampilan dengan dimensi yang berbeda. Alih-alih memilih satu arah estetika, Renz merangkai elemen-elemen yang tampak bertolak belakang menjadi komposisi yang saling melengkapi.

Dalam koleksi ini, Renz juga mempertemukan karya-karya dari eksplorasi sebelumnya di Milan dan Paris dengan gagasan yang lebih baru. Setelah beberapa musim menampilkan pendekatan yang lebih minimal, ia kembali memberi ruang bagi sulaman dan ornamen yang berani. Perpaduan tersebut memperlihatkan kesinambungan proses kreatifnya sekaligus membuka kemungkinan baru dalam menerjemahkan identitas desainnya.

TANDT

Koleksi dari TANDT

Sementara itu, TANDT dari Thailand membawa suasana yang lebih imajinatif melalui permainan volume, warna, dan detail dekoratif. Label besutan Thanawut Thanasarnvimon ini memadukan estetika streetwear dengan sentuhan semi-couture, menghadirkan busana yang terasa dinamis sekaligus penuh karakter.

Pita berukuran besar menjadi salah satu elemen yang mencuri perhatian, hadir sebagai aksen dramatis pada busana bernuansa biru muda maupun merah muda. Permainan ruffle, lapisan kain, dan volume memperkaya siluet, sementara palet warna lembut diseimbangkan dengan sentuhan hitam, abu-abu, serta aksen merah. Keseluruhannya menghadirkan karakter feminin yang playful dengan nuansa teatrikal.

Aksesori turut memperkuat identitas visual koleksi ini. Headband putih yang dikenakan para model menjadi penanda gaya yang konsisten, berpadu dengan perhiasan mutiara dan detail busana yang ekspresif. Melalui perpaduan elemen kasual dan ornamen yang lebih dekoratif, TANDT menawarkan interpretasi feminin yang terasa bebas, berani, dan tidak terikat pada satu bentuk.

Melalui ketiga label tersebut, SEA Fashion Parade memperlihatkan keluasan perspektif mode Asia Tenggara. Dari eksplorasi material dan teknologi, permainan kontras, hingga siluet yang penuh imajinasi, setiap desainer membawa identitas kreatif yang berbeda ke atas panggung. Sebuah pertemuan yang merayakan keragaman gagasan sekaligus memperlihatkan dinamika kreativitas mode di kawasan ini.