Dari Material Limbah hingga Eksplorasi Siluet, Byo dan Jan Sober Hadir Bersama STARLUX Airlines

Menghadirkan pengalaman premium yang melampaui batas-batas konvensional, STARLUX Airlines membawa nuansa tersebut ke panggung Jakarta Fashion Week 2027. Melalui pertunjukan bertajuk “Redefine the Sky”, STARLUX menggandeng Byo dan Jan Sober.

Dua desainer dengan pendekatan berbeda ini menerjemahkan gagasan tentang perubahan melalui bahasa mode masing-masing, mulai dari material sisa yang menemukan kehidupan baru hingga siluet yang membuka ruang bagi identitas yang terus berkembang. Selaras dengan judul pergelaran “Redefine the Sky”, panggung ini menjadi pertemuan antara kreativitas, keahlian, dan keberanian untuk melihat kemungkinan dari perspektif yang berbeda.

Byo

Koleksi dari Byo

Bagi Byo, material memiliki kehidupan yang tak berhenti ketika fungsi awalnya berakhir. Gagasan ini menjadi landasan koleksi yang sebelumnya dikembangkan untuk Circular Design Challenge (CDC) di New Delhi, India. Setelah terpilih sebagai salah satu finalis yang mewakili kawasan Asia-Pasifik, Byo membawa eksplorasi desain sirkular tersebut ke panggung Jakarta Fashion Week 2027 dengan presentasi yang lebih luas.

Salah satu sorotan koleksi ini adalah Echo Bag, tas yang dibuat sepenuhnya dari potongan kulit berkualitas tinggi yang tersisa dari produksi pelapis interior otomotif mewah Eropa. Melalui teknik konstruksi modular khas Byo, potongan-potongan kulit dengan bentuk dan ukuran tak beraturan dirangkai menjadi tas yang dirancang untuk bertahan lama, tanpa memerlukan produksi kulit baru.

Eksplorasi tersebut berlanjut melalui 15 tampilan busana siap pakai yang memanfaatkan limbah spanduk dan papan reklame berbahan vinil dari Jakarta, serta sisa plastik dari industri susu formula bayi. Material yang kerap luput dari perhatian ini diolah menjadi tekstil menyerupai rantai dan ornamen menyerupai bulu, membentuk siluet pahatan dengan karakter yang kuat.

Koleksi dari Byo

Di balik permainan materialnya, koleksi ini menyimpan kisah yang lebih personal. Berangkat dari pengalaman sang desainer kehilangan ibunya dua tahun lalu, Byo menerjemahkan duka sebagai sesuatu yang hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari momen sehari-hari yang sederhana hingga pengalaman luar biasa yang menghadirkan keindahan.

Koleksi dibuka dengan potongan yang akrab, seperti denim, kaus putih tanpa lengan, dan kaus hitam, sebelum berkembang menjadi konstruksi yang semakin rumit. Perubahan ini menggambarkan bagaimana kehilangan dapat perlahan memenuhi ruang dalam kehidupan seseorang.

Ornamen menyerupai bulu turut memperkuat narasi tersebut. Dalam berbagai tradisi mitologi dan spiritual, bentuk bersayap kerap dikaitkan dengan kehidupan setelah kematian serta peralihan antara dua dunia.

Sementara itu, material vinyl yang dahulu membawa pesan melalui iklan kini kehilangan fungsi aslinya, tetapi memperoleh makna baru melalui proses rekonstruksi. Lewat koleksi ini, Byo tidak berusaha menghapus jejak kehilangan, melainkan merangkainya menjadi sesuatu yang dapat dilihat, disentuh, dan dimaknai kembali.

Jan Sober

Koleksi dari Jan Sober

Jan Sober mengarahkan perhatiannya pada perubahan identitas dan kebebasan berekspresi melalui koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk “The Shape of Becoming”. Kembali hadir di Jakarta Fashion Week, Jan Sober membuka babak baru dalam bahasa desainnya dengan mempertahankan ciri khas struktur, kesederhanaan, dan desain yang tak lekang oleh waktu, sembari memberi ruang bagi bentuk yang lebih ringan dan ekspresif.

Pada koleksi ini, penjahitan berstruktur yang menjadi bagian dari karakter Jan Sober hadir dengan siluet yang lebih santai, khususnya pada busana pria. Sementara itu, koleksi perempuan mengeksplorasi volume baru dan ragam ekspresi material.

Palet warna yang lebih luas turut menghadirkan ruang bagi karakter personal, seolah mengingatkan bahwa identitas bukanlah sesuatu yang menetap, melainkan terus terbentuk melalui pengalaman dan pertemuan dengan perspektif baru.

Koleksi dari Jan Sober

Perhatian terhadap keterampilan tangan menjadi elemen penting dalam “The Shape of Becoming”. Detail yang dikerjakan secara manual menonjolkan waktu, ketelitian, dan keahlian di balik setiap busana. Di tengah perkembangan teknologi, pendekatan ini menegaskan bahwa nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada hasil akhirnya, tetapi juga pada sentuhan manusia yang membentuknya.

Penggunaan warna-warna alami semakin memperkuat gagasan tersebut, menghadirkan hubungan dengan alam sekaligus mengingatkan bahwa perubahan tidak harus berarti meninggalkan asal-usul.

Melalui pertunjukan “Redefine the Sky” persembahan dari STARLUX Airlines, Byo dan Jan Sober menghadirkan perspektif yang saling melengkapi tentang arti melangkah menuju kemungkinan baru. Keduanya mengingatkan bahwa memperluas cakrawala tak selalu berarti meninggalkan hal-hal yang telah dikenal, tetapi berani melihatnya dengan cara berbeda dan menemukan kemungkinan yang sebelumnya tak terbayangkan.