Lomba Perancang Mode Menswear (LPMM) 2026 Rayakan Kreativitas Perancang Muda Busana Pria

Bagaimana busana pria dapat didefinisikan ulang tanpa kehilangan esensi bentuknya? Pertanyaan ini menjadi titik berangkat Lomba Perancang Mode Menswear (LPMM) 2026 melalui tema “Modern Archetype”, yang mengajak para perancang muda untuk meninjau kembali arketipe dasar busana pria dan mengolahnya melalui perspektif desain masing-masing.

Di antara delapan finalis yang berkompetisi di panggung Jakarta Fashion Week 2027, Rifki Daelami berhasil meraih gelar juara LPMM 2026. Saifudin Aulya Akhsan menyusul first runner-up, sementara Desi Dwi Lestari menempati posisi second runner-up.

Delapan finalis LPMM 2026 adalah Alifa Muthmainnah, Andrean Nuur Ramadhan, Desi Dwi Lestari, Feby Adhitya Permana, I Kadek Krisna Dwipayana, Karel Karuniawan, Rifki Daelami, dan Saifudin Aulya Akhsan. Setelah melalui beberapa tahapan kompetisi, kedelapan finalis membawa gagasan dan rancangan mereka ke panggung JFW 2027, memperlihatkan beragam kemungkinan dalam menafsirkan busana pria kontemporer.

Melalui tema “Modern Archetype”, para finalis diajak untuk berangkat dari bentuk-bentuk mendasar yang telah lama menjadi bagian dari busana pria, kemudian mengolahnya menjadi rancangan dengan perspektif yang lebih personal. Potongan klasik, struktur pakaian, proporsi, serta pemilihan material menjadi elemen yang dapat ditinjau kembali, dipertahankan, maupun ditransformasikan untuk membentuk karakter baru.

Eksplorasi tersebut memperlihatkan bahwa busana pria tidak harus terpaku pada pakem yang telah terbentuk. Sebuah siluet dapat menghadirkan karakter berbeda melalui perubahan proporsi, konstruksi yang tidak terduga, atau permainan detail yang memberi makna baru pada bentuk yang familiar. Dalam konteks ini, “Modern Archetype” menjadi ruang bagi para perancang untuk menemukan titik temu antara warisan bentuk klasik dan cara pandang kontemporer.

Untuk mencapai panggung grand final, para finalis telah melewati beberapa tahapan kompetisi yang menjadi bagian dari proses pengembangan konsep dan penyempurnaan koleksi. Perjalanan tersebut menuntut mereka untuk tidak hanya memiliki gagasan yang kuat, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam rancangan yang utuh dan memiliki identitas. Kesempatan menampilkan karya di panggung Jakarta Fashion Week 2027 pun menjadi bagian penting dari pengalaman mereka dalam memperkenalkan perspektif desain kepada publik dan industri mode.

Pada puncak kompetisi, Rifki Daelami berhasil meraih gelar juara LPMM 2026. Melalui koleksi “Student Archive: His Memory Project”, Rifki Daelami mengangkat memori tentang Hollandsch-Inlandsche School (HIS) sebagai titik berangkat eksplorasi desainnya. Kesederhanaan busana dan keterbatasan palet warna pada masa tersebut ditinjau kembali melalui perspektif masa kini. Alih-alih mereplikasi bentuk masa lalu, koleksi ini mengolah fragmen sejarah menjadi arsip memori yang menemukan relevansinya dalam konteks masa kini.

Selain memperoleh gelar juara, pemenang LPMM 2026 berhak mengikuti kursus singkat di POLIMODA, institusi pendidikan mode yang berlokasi di Firenze, Italia. Kesempatan ini membuka ruang bagi sang perancang untuk memperluas wawasan, memperoleh pengalaman baru, dan mendalami dunia mode dalam lingkungan pendidikan internasional.

Terlepas dari hasil akhir kompetisi, setiap finalis membawa kontribusi tersendiri melalui gagasan dan eksplorasi yang mereka hadirkan. Proses merumuskan konsep, menyempurnakan rancangan, hingga menerjemahkannya ke dalam koleksi merupakan bagian dari perkembangan kreatif yang layak diapresiasi. Melalui LPMM 2026, Jakarta Fashion Week turut membuka ruang bagi generasi perancang berikutnya untuk memperkaya lanskap busana pria Indonesia dengan sudut pandang yang segar dan beragam.

Tema “Modern Archetype” menjadi pengingat bahwa bentuk klasik tidak harus kehilangan relevansinya seiring perubahan zaman. Dengan interpretasi dan kepekaan desain yang terus berkembang, elemen-elemen yang telah dikenal dapat menemukan karakter baru, mencerminkan kebutuhan masa kini sekaligus membuka kemungkinan bagi masa depan busana pria Indonesia.