Membaca Pergeseran Gaya Sporty di JFW 2026 dalam Lanskap Sportswear Urban

Apa yang dikenakan untuk berolahraga kini tak selalu berhenti di lapangan. Di Jakarta Fashion Week 2026, tren sportswear hadir dalam bentuk yang semakin luas. Manifestasinya terdapat pada elemen sporty yang diimplementasikan ke dalam subkultur streetwear maupun dailywear, hingga tampilan yang lebih elegan. Batasan antara pakaian berolahraga dan pakaian beraktivitas pun semakin melebur.

Lewat presentasi ERSPO, KLÉ, Shop at Velvet, dan TYGA, sportswear tampil dalam empat karakter berbeda. Ada yang menerjemahkan esensi olahraga secara harfiah, ada pula yang menyadur tema besarnya melalui siluet, material, kenyamanan, hingga keleluasaan bergerak. Bersama-sama, koleksi ini memperlihatkan bagaimana gaya sporty menemukan tempatnya di tengah ritme kehidupan urban.

ERSPO

Peragaan "After The Match" dari ERSPO

Panggung JFW 2026 diselimuti suasana yang berbeda seiring berlangsungnya presentasi bertitel “After The Match” dari ERSPO. Para model melenggang di atas runway dengan penuh energi dalam balutan sportswear bernuansa hijau gelap, kuning muda, hingga umber brown. Seketika panggung terasa seperti titik temu antara mode dan olahraga.

Melalui empat lini kategori: Court, Racing, Training, dan Running, Muhammad Sadad menghadirkan 48 tampilan yang terinspirasi dari berbagai aktivitas olahraga. Rok tenis dan atasan berkerah mendominasi katalog Court, sementara Racing menyoroti koleksi yang digarap sebagai bagian dari kemitraan resmi dengan tim reli VR46. Dalam katalog Training tersebut, ERSPO turut berkolaborasi dengan platform olahraga BYON Combat. Di penghujung pertunjukan, para model berlari kecil mengelilingi runway dalam balutan koleksi Running, yang menggaungkan gaya pelari urban hingga ke ranah streetwear.

KLÉ

Koleksi “Rhythm of Expression” dari KLÉ

Nuansa berbeda dalam spektrum baju olahraga terlihat dalam “Rhythm of Expression” dari KLÉ. Dalam peragaan BTN Fashionlink “City Chic”, Kleting Titis Wigati membayangkan perempuan urban yang menjalani harinya dengan ritme padat, selagi tetap memiliki ruang untuk berekspresi melalui pakaian.

Sports crop top, legging, track pants, dan bodysuit dipadukan dengan oversized outerwear serta jaket bersiluet egg-cut. Koleksi ini turut didukung oleh jenama sepatu League melalui pilihan alas kaki, sementara penggunaan material nilon, lycra, dan scuba semakin mendekatkannya dengan dunia olahraga. Meski demikian, keseluruhan tampilannya tetap terasa sesuai untuk dikenakan di luar aktivitas fisik.

Shop at Velvet

Koleksi “Playground Love” dari Shop At Velvet

Tidak semua sportswear harus tampil penuh warna atau terasa atletis. Shop at Velvet mengambil pendekatan yang lebih bersahaja lewat “Playground Love”, koleksi yang ditampilkan dalam pergelaran BTN Fashionlink “24/7 Style”. Inspirasi olahraga hadir secara subtil, berpadu dengan karakter feminin dan minimalis yang sudah lekat dengan jenama ini.

Sebanyak 16 tampilan menghadirkan rok tenis pleated, jaket high-neck, celana bersiluet balon, hingga atasan bermotif gingham. Palet krem, cokelat, dan hitam membuat keseluruhan koleksi terasa ringan dan mudah dikenakan dalam keseharian, sementara siluet yang bersih menjaga kesan elegan yang menjadi ciri khas Shop at Velvet.

TYGA

Koleksi “Unstigmatized” dari TYGA

Di peragaan “The Collision”, TYGA memperkenalkan koleksi debut “Unstigmatized” di bawah arahan kreatif Niccolas Lim. Alih-alih hanya berbicara tentang pakaian, koleksi ini mengangkat gagasan Vive et Laisse Vivre atau Live and Let Live, yang kemudian diterjemahkan melalui pilihan busana sekaligus orang-orang yang mengenakannya.

Celana kargo dan hoodie oversized membentuk siluet longgar yang nyaman, sementara palet netral dengan aksen oranye, 3D embroidery, dan panel kulit memberi karakter pada tampilan. Sportswear di sini terasa dekat dengan kebutuhan untuk bergerak bebas, siapa pun penggunanya.

Dewasa ini, sportswear memiliki peran besar dalam cara berpakaian masyarakat urban. Di JFW 2026, pakaian yang awalnya dirancang untuk menunjang aktivitas fisik hadir dengan pendekatan yang lebih beragam, mengikuti kebutuhan akan busana yang nyaman, praktis, sekaligus berkarakter.

Pergerakan tersebut membuat tren sportswear di JFW 2026 terasa relevan bahkan ketika aktivitas olahraga telah selesai. Elemen sporty tidak lagi hadir sebagai satu gaya yang seragam, melainkan dapat disesuaikan dengan kepribadian dan aktivitas sang pemakai.