Mengenal KIMOUI dan VALOREN, Dua Desainer Korea Selatan yang akan Hadir di JFW 2027
Selama satu dekade, kolaborasi Jakarta Fashion Week (JFW) dan Korea Creative Content Agency (KOCCA) telah menjadi jembatan bagi kreativitas mode Korea Selatan untuk menjangkau panggung Indonesia. Tahun ini, kolaborasi tersebut kembali menghadirkan dua nama dengan karakter yang berbeda, KIMOUI dan VALOREN.
Keduanya akan membawa cara pandang masing-masing tentang busana kontemporer ke Jakarta Fashion Week 2027, mempertemukan dua pendekatan desain yang berangkat dari gagasan berbeda, tetapi sama-sama berani melampaui standar.
Di satu sisi, KIMOUI menemukan keindahan dalam kemurnian bentuk, sentuhan tailoring, dan permainan warna. Di sisi lain, VALOREN justru menelusuri kemungkinan baru melalui dekonstruksi, mengolah struktur busana yang familier menjadi sesuatu yang lebih ekspresif. Melalui kedua desainer Korea Selatan di JFW 2027 ini, perhatian tidak hanya tertuju pada pakaian yang dikenakan, tetapi juga pada gagasan dan filosofi yang membentuknya.
KIMOUI: Menemukan Kemurnian dalam Modern Casual
Didirikan pada 2021 oleh Kim Dae Sung, KIMOUI berangkat dari filosofi “purism“ yang memaknai kemurnian lebih dari sekadar kesederhanaan visual. Bagi sang desainer, pakaian juga memiliki ruang untuk menyampaikan sesuatu yang lebih personal, yakni ketulusan hati orang yang mengenakannya. Nama KIMOUI sendiri merupakan perpaduan nama keluarga Kim dengan kata “oui”, yang berarti “ya” dalam bahasa Prancis. Sebuah ungkapan afirmatif yang mencerminkan sikap terbuka terhadap ekspresi dan kemungkinan baru.
Latar belakang pendidikan Kim di Milan turut memberi warna pada identitas KIMOUI. Perspektif mode Eropa berpadu dengan estetika Korea modern, melahirkan rancangan yang mempertemukan struktur dan keleluasaan dalam satu kesatuan.
Dalam koleksinya, filosofi tersebut diterjemahkan melalui pendekatan modern casual yang berakar pada tailoring. Siluet terstruktur menjadi fondasi, sementara detail yang unik dan tajam memberi karakter pada setiap rancangan. Namun, KIMOUI tidak membatasi dirinya pada permainan bentuk semata. Warna primer dan rona cerah hadir dalam eksplorasi knitwear, menciptakan kontras yang terasa segar di antara potongan yang terukur.
Knitwear juga menjadi salah satu elemen yang memperkuat identitas KIMOUI melalui penggunaan teknik rajut buatan tangan. Di sini, tekstur menjadi bagian dari bahasa desain yang memberikan kedalaman pada pakaian. Perhatian terhadap detail berpadu dengan pendekatan kontemporer, menghadirkan busana yang terasa santai tanpa kehilangan ketegasan bentuknya.
Pilihan untuk menghadirkan koleksi unisex melengkapi cara KIMOUI memandang pakaian sebagai medium ekspresi diri. Batas antara formal dan kasual menjadi lebih cair, begitu pula kategori busana yang selama ini dilekatkan pada gender tertentu. Melalui rancangan yang mengutamakan karakter dan keleluasaan, KIMOUI menawarkan perspektif bahwa pakaian dapat mengikuti individu yang mengenakannya, bukan sebaliknya.
VALOREN: Mengeksplorasi Kebebasan Melalui Dekonstruksi
Berbeda dari KIMOUI yang berangkat dari gagasan kemurnian, VALOREN menemukan daya tariknya melalui struktur yang diolah kembali. Didirikan oleh Jung Hyo-chan, jenama menswear asal Korea Selatan ini mengusung pendekatan ‘refined deconstruction’, yakni eksplorasi terhadap konstruksi busana konvensional untuk menemukan bentuk dan karakter baru.
Filosofi tersebut dirangkum melalui ungkapan “A Bold Incision; Free Finish”. Potongan yang tegas bertemu dengan penyelesaian akhir yang lebih bebas, menciptakan harmoni antara struktur dan ketidakteraturan. Bagi VALOREN, detail yang tidak sepenuhnya mengikuti konvensi justru membuka ruang bagi ekspresi yang lebih personal.
Pendekatan ini terlihat melalui permainan potongan, konstruksi yang tidak lazim, serta detail akhir yang sengaja dibiarkan terasa berbeda dari kerapian busana klasik. Meski demikian, eksperimen bukan berarti mengabaikan bentuk. Struktur tetap menjadi pertimbangan penting, sehingga setiap elemen yang tidak konvensional memiliki tempat dalam keseluruhan rancangan.
Gagasan dekonstruksi tersebut juga diterjemahkan ke dalam koleksi ready-to-wear yang mencakup atasan, bawahan, outerwear, hingga aksesori. Dengan demikian, eksplorasi VALOREN tidak berhenti sebagai eksperimen visual di atas runway, tetapi hadir dalam busana yang dapat dikenakan. Potongan yang berani dan penyelesaian yang lebih bebas memberi karakter pada pakaian sehari-hari, tanpa sepenuhnya meninggalkan pertimbangan terhadap fungsi dan konstruksi.
Melalui VALOREN, Jung Hyo-chan memperlihatkan bahwa sesuatu yang familier masih menyimpan banyak kemungkinan. Struktur busana dapat dibongkar, disusun kembali, dan diberi interpretasi baru. Dari proses itulah identitas VALOREN terbentuk, dengan keseimbangan antara ketegasan dan kebebasan sebagai salah satu ciri utamanya.
Dua Bahasa Desain di Panggung JFW 2027
Kehadiran KIMOUI dan VALOREN memperlihatkan bagaimana satu lanskap mode dapat menampung perspektif yang beragam. KIMOUI mengolah kemurnian melalui tailoring, warna, dan knitwear, sementara VALOREN mengeksplorasi karakter melalui dekonstruksi dan konstruksi yang tidak konvensional. Keduanya tidak menawarkan jawaban yang sama tentang busana kontemporer, tetapi justru menghadirkan sudut pandang yang memperkaya percakapan tentang bentuk, identitas, dan ekspresi diri.
Sebagai desainer Korea Selatan di JFW 2027, keduanya juga menjadi bagian dari kolaborasi lintas negara yang telah berlangsung selama satu dekade. Kemitraan JFW dan KOCCA membuka kesempatan bagi desainer untuk memperkenalkan gagasan mereka kepada audiens baru, sekaligus mempertemukan perspektif kreatif dari dua ekosistem mode yang terus berkembang.
Bersama KIMOUI dan VALOREN, perayaan satu dekade kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat keragaman pemikiran di balik mode Korea Selatan. Keduanya membawa bahasa desain masing-masing ke panggung JFW 2027, memperluas cara kita memandang pakaian sebagai sesuatu yang tidak hanya dikenakan, tetapi juga menyimpan gagasan di balik setiap bentuknya.
Leave a Reply