Merayakan Keunikan dalam Empat Koleksi di BTN: FashionLink Pretty Free JFW 2027

Panggung Jakarta Fashion Week 2027 kembali menjadi ruang bagi beragam karakter desain untuk saling melengkapi. Melalui “BTN Presents: FashionLink Pretty Free”, KALLArona, SAUL, Tokodidiyo x MKS’, dan VAIA menghadirkan koleksi dengan pendekatan yang berbeda, mulai dari keindahan alam Indonesia dan karakter perempuan modern hingga gaya akademis yang klasik serta perpaduan kekuatan dan feminitas.

Keempat label tersebut memperlihatkan bagaimana busana dapat menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, merayakan karakter personal, sekaligus menawarkan cara pandang baru terhadap gaya sehari-hari.

KALLArona

Koleksi "Rona Nusantara" dari KALLArona

Melalui “Rona Nusantara”, KALLArona membawa kekayaan lanskap Indonesia ke dalam koleksi yang merayakan warna, tekstur, dan bentuk organik alam. Koleksi ini menerjemahkan keindahan bumi, langit, laut, dedaunan, hingga bunga ke dalam busana kontemporer dengan siluet mengalir, permainan lapisan, dan detail yang terinspirasi dari alam.

Palet biru pastel, hijau mint, terakota, marun, persik, putih, dan kuning menghadirkan gambaran lanskap Nusantara yang kaya warna. Sementara itu, teknik draping dan bentuk-bentuk organik memberi kesan ringan pada busana, seolah mengikuti gerak alami tubuh. Pendekatan ini selaras dengan filosofi KALLArona yang mengedepankan desain serbaguna dan upaya mengurangi dampak lingkungan melalui pemilihan material serta proses produksi yang lebih bertanggung jawab.

Namun, “Rona Nusantara” tidak berhenti pada keindahan visual. Pertunjukan ini turut menyuarakan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Lanskap yang perlahan dipenuhi bunga dan dedaunan sepanjang peragaan menjadi simbol harapan akan alam yang kembali tumbuh, sekaligus pengingat bahwa keindahan tersebut perlu dijaga bersama. Melalui kampanye #LetNatureBloomAgain, KALLArona mengajak publik untuk melihat fashion bukan hanya sebagai perayaan estetika, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan kesadaran terhadap kelestarian alam.

SAUL

Koleksi "SHE" dari SAUL

Setiap perempuan memiliki cerita yang tidak selalu terlihat. Ada tanggung jawab yang dijalankan, ekspektasi yang dihadapi, serta proses panjang untuk mengenali diri sendiri di tengah berbagai peran kehidupan. Gagasan inilah yang diangkat SAUL Studio melalui “SHE”, sebuah koleksi yang merayakan perempuan bukan sebagai sosok yang harus selalu kuat dan sempurna, melainkan individu yang terus bertumbuh dengan caranya masing-masing.

Karakter desain SAUL hadir melalui siluet asimetris, potongan santai, dan konstruksi arsitektural yang memberikan ketegasan tanpa menghilangkan sisi feminin. Permainan volume, termasuk siluet balon, menciptakan bentuk yang ekspresif, sementara palet ivory dan abu-abu membawa nuansa lembut sekaligus reflektif. Setiap elemen menjadi interpretasi atas perjalanan perempuan yang tidak selalu berjalan lurus, tetapi tetap memiliki keindahan dalam setiap prosesnya.

Pesan “SHE” turut diperkuat oleh empat muse yang hadir dalam koleksi ini, yakni Indy Barends, Lia Lukman, Melaney Ricardo, dan Valen Amijo. Dengan karakter serta kepribadian yang beragam, keempatnya merepresentasikan gagasan bahwa feminitas tidak memiliki satu bentuk atau definisi tunggal. Melalui koleksi ini, SAUL mengajak perempuan untuk memberi ruang bagi dirinya sendiri, menerima ketidaksempurnaan, dan menemukan bentuk yang paling merepresentasikan siapa dirinya.

Tokodidiyo x MKS’

Koleksi dari Tokodidiyo x MKS'

Beranjak dari siluet feminin yang ekspresif, Tokodidiyo x MKS’ menghadirkan pendekatan gaya yang lebih dekat dengan estetika preppy dan dunia akademis. Permainan motif kotak-kotak dan floral menjadi salah satu elemen yang mencuri perhatian, menghadirkan nuansa klasik yang mengingatkan pada busana bergaya pelajar, perpustakaan, dan suasana kampus. Namun, alih-alih terpaku pada kesan konservatif, padu padan yang ditampilkan memberi karakter baru pada referensi gaya tersebut.

Motif kotak-kotak yang berpadu dengan siluet berkarakter menghadirkan tampilan yang terstruktur, tetapi tetap ekspresif. Nuansa intelektual dan klasik terasa melalui pemilihan motif serta permainan proporsi, sementara sentuhan yang lebih tak terduga menjaga keseluruhan koleksi agar tidak terjebak dalam tampilan yang terlalu formal. Hasilnya adalah interpretasi gaya preppy yang terasa lebih segar, dengan karakter yang tetap kuat tanpa kehilangan sisi playful.

Elemen alas kaki dari MKS’ melengkapi keseluruhan tampilan melalui desain yang sederhana dan chic. Kehadirannya tidak mendominasi busana, melainkan memberi keseimbangan pada padu padan yang kaya karakter. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana referensi gaya klasik dapat diolah kembali menjadi tampilan yang relevan dengan selera masa kini, dengan detail yang tepat untuk memberi sentuhan berbeda pada gaya sehari-hari.

VAIA

Koleksi "Femme Alignée" dari VAIA

Memasuki tahun kesembilan perjalanannya, VAIA menghadirkan “Femme Alignée”, koleksi yang mengeksplorasi inspirasi gaya militer melalui sudut pandang feminin. Koleksi ini mengangkat karakter perempuan modern yang percaya diri, memiliki pendirian, dan bebas menentukan identitasnya sendiri.

Siluet terstruktur dan garis desain yang tegas memberikan kesan kuat pada koleksi, sementara detail elegan menjaga keseimbangan dengan sisi feminin. Kontras tersebut menjadi inti dari “Femme Alignée”: kekuatan tidak harus meniadakan kelembutan, sebagaimana feminitas tidak harus mengikuti satu bentuk yang seragam. Melalui pendekatan ini, VAIA menawarkan busana bagi perempuan yang ingin mengekspresikan karakter personalnya tanpa harus terpaku pada ekspektasi tertentu.

Kehadiran “Femme Alignée” di Jakarta Fashion Week 2027 sekaligus menandai perkembangan VAIA dalam mengeksplorasi desain yang memadukan fungsi dan estetika, sejalan dengan pesannya: perempuan berhak mendefinisikan dirinya sendiri.

Melalui FashionLink Pretty Free persembahan dari BTN, KALLArona, SAUL, Tokodidiyo x MKS’, dan VAIA menunjukkan bahwa gaya tidak harus berangkat dari satu pendekatan yang sama. Alam dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus pengingat akan tanggung jawab bersama, siluet dapat menyuarakan kompleksitas pengalaman perempuan, referensi klasik dapat menemukan bentuk baru, dan ketegasan dapat berjalan beriringan dengan feminitas.

Keberagaman tersebut menjadikan runway sebagai ruang untuk melihat bagaimana setiap label mengolah gagasan menjadi bahasa visual yang khas. Lebih dari sekadar menawarkan tampilan, keempatnya menghadirkan perspektif berbeda tentang cara berpakaian dan mengekspresikan diri di masa kini.