Bisnis gaya hidup pria mengalami kebangkitan dalam separuh dekade belakangan. Konsep-konsep "khusus lelaki" bermunculan dalam berbagai ceruk pemasaran, mulai dari barbershop, coffeeshop, bar dan seterusnya. Industri retail fashion tak kalah mengendus tren ini. Kebutuhan akan perputaran konstan khusus pria mendadak dipenuhi demand, memberikan celah bagi bibit-bibit kreatif baru untuk mulai bersinar.

Menjawab kebututuhan ini, Jakarta Fashion Week kembali menciptakan sebuah jembatan antara pasar dengan insan-insan kreatif yang patut mendapat sorotan. Lomba Perancang Mode MENSWEAR ("LPM Menswear") hadir untuk menjadi wadah pertemuan antara para pemangku kepentingan. Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017, LPM Menswear terbukti mampu menarik perhatian banyak pihak. Galuh Nurita dengan koleksinya Langenastro keluar sebagai pemenang.

Di tahun 2018, mengusung tema Reflection of Culture, LPM Menswear kembali diadakan. Kali ini, Eleska Sutanto dengan koleksinya Stripe Tribe yang menyabet gelar juara. Mendapat sambutan yang baik di tahun kedua, para alumni LPM Menswear mendapat kesempatan bersinar yang semakin banyak. Salah satunya adalah dengan berkolaborasi dengan Bateeq / PT Dan Liris untuk memproduksi karya yang dijual eksklusif di Fashionlink x #BLCKVNUE. Empat alumni terpilih ini juga menampilkan koleksinya di Fashion Nation 13 di Senayan City, mereka adalah Galuh Nurita (Pemenang I LPMM 2017), Temma Prasetio (Pemenang II LPMM 2018), serta dua finalis LPMM 2018 yaitu Christina G.M. Pangaribuan dan M. Rizky Julpra Yengky.


Bertajuk Universal Gentlemen, LPM Menswear 2019 akan berujung pada pertunjukan karya finalis di panggung paling bergengsi di Jakarta Fashion Week, yaitu Fashion Tent.